Telkom Akses Rampungkan Penataan Kabel di 54 Ruas Jalan Bandung

Jumat, 23 Okt 2026, 17:00 WIB

JAKARTA - PT Telkom Akses mendukung program Bandung Bebas Kabel Udara melalui pemindahan jaringan telekomunikasi ke bawah tanah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata. Hingga Oktober 2026, penataan telah rampung di 54 dari total 81 ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat.

Program yang digagas Pemerintah Kota Bandung ini menggunakan skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), yang mengintegrasikan jaringan utilitas melalui infrastruktur bawah tanah. Dalam pelaksanaannya, Telkom Akses memanfaatkan infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) yang dikelola PT Bandung Infra Investama (Perseroda), badan usaha milik daerah Kota Bandung.

Ket. Foto: PT Telkom Akses mendukung program Bandung Bebas Kabel Udara melalui pemindahan jaringan telekomunikasi ke bawah tanah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata. Hingga Oktober 2026, penataan telah rampung di 54 dari total 81 ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat. — Sumber: Telkom

Untuk mendukung proses pemindahan, Telkom Akses mengerahkan 200 teknisi yang bersiaga selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan bagi lebih dari 10.000 pelanggan selama pekerjaan berlangsung.

Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan, penataan kabel udara merupakan upaya bersama untuk memperbaiki keteraturan infrastruktur kota tanpa mengurangi keandalan konektivitas. Pengalaman di Bandung juga menjadi pembelajaran bagi perusahaan untuk memperkuat kesiapan operasional dalam mendukung program serupa di wilayah lain.

“Telkom Akses senantiasa mendukung program pemerintah dalam penataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk penataan kabel udara agar lingkungan menjadi lebih tertib tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang andal. Pelaksanaan di Bandung menjadi salah satu pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat kesiapan sumber daya, koordinasi, dan proses operasional untuk mendukung program serupa di wilayah lain,” ujar Irphan.

Sebelum pemindahan jaringan dilakukan, teknisi memvalidasi data dan memetakan kondisi infrastruktur di setiap lokasi untuk menentukan prioritas penanganan. Pemetaan ini mencakup jaringan pendukung layanan seluler atau Node B, layanan data korporat, hingga pelanggan ritel agar proses pemindahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jaringan.

Pelaksanaan pekerjaan juga membutuhkan koordinasi erat antara tim operasi dan konstruksi untuk memastikan jalur pengganti siap digunakan sebelum kabel udara dipindahkan. Telkom Akses menambah sumber daya dari berbagai area operasional, memperkuat tim swakelola, serta menyediakan peralatan yang dibutuhkan teknisi di lapangan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah penggunaan manhole secara bersama oleh sejumlah operator telekomunikasi. Kondisi ini mengharuskan teknisi menelusuri dan mengidentifikasi kabel secara cermat agar setiap jaringan dapat dipindahkan ke jalur yang tepat tanpa menimbulkan gangguan layanan.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam proses penataan infrastruktur tersebut. Pemanfaatan jaringan bawah tanah melalui skema SJUT diharapkan dapat mendukung pengelolaan utilitas kota secara lebih terintegrasi dan selaras dengan tata ruang.

Ke depan, Telkom Akses akan terus memperkuat kemampuan teknis, kesiapan sumber daya manusia, dan koordinasi lintas pihak untuk mendukung penataan jaringan di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga konektivitas masyarakat dan dunia usaha di tengah pembenahan infrastruktur perkotaan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.