• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Synchronize Fest 2026 Resm...

Synchronize Fest 2026 Resmi Berakhir, dari Reuni Geisha hingga Kolaborasi Reality Club

Jumat, 23 Okt 2026, 16:35 WIB

JAKARTA - Synchronize Fest 2026 resmi mengakhiri rangkaian penyelenggaraan hari ketiga pada Minggu (18/10) di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-11, festival musik ini kembali menegaskan slogan "It's not just a festival, it's a movement!" melalui pertunjukan lintas genre, kolaborasi spesial, hingga perayaan musik yang mempertemukan berbagai generasi.

Slogan yang pertama kali diperkenalkan pada 2016 tersebut kembali diangkat setelah satu dekade perjalanan Synchronize Fest. Tahun ini, festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan musik, tetapi juga wadah kebersamaan bagi musisi, penonton, dan berbagai elemen yang terlibat dalam ekosistem musik Indonesia.

Ket. Foto: Synchronize Fest 2026 resmi mengakhiri rangkaian penyelenggaraan hari ketiga pada Minggu (18/10) di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-11, festival musik ini kembali menegaskan slogan "It's not just a festival, it's a movement!" melalui pertunjukan lintas genre, kolaborasi spesial, hingga perayaan musik yang mempertemukan berbagai generasi. — Sumber: Istimewa

Sejumlah penampilan menjadi sorotan pada hari terakhir, mulai dari set album Little Things from the Heart oleh Indra Lesmana, kolaborasi lintas negara Reality Club bersama Phum Viphurit, hingga pertunjukan The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif. Penampilan Timur Basudara yang menutup rangkaian festival turut menghadirkan suasana selebrasi bersama ribuan penonton.

Antusiasme penonton terlihat sejak gerbang festival dibuka pada Minggu. Vierratale, Nadhif Basalamah, dan Sisitipsi menjadi deretan penampil yang membuka aktivitas di Dynamic Stage, District Stage, dan XYZ Stage.

Penampilan Vierratale menghadirkan kejutan melalui kemunculan Bimbim, Kaka, dan Mezzaluna dari keluarga besar Slank. Kolaborasi tersebut menambah daya tarik pertunjukan pembuka sekaligus menjadi salah satu momen yang menyita perhatian penonton.

Pada hari terakhir ini, Synchronize Fest juga memberikan ruang kepada musisi yang tengah berkembang di skena musik masing-masing. Nama-nama seperti Jo Soegono, Basajan, Patras, dan Quest* turut meramaikan festival, sementara trio asal Medan, Pijar, kembali berkumpul setelah enam tahun tidak tampil bersama.

Salah satu pertunjukan spesial dimulai ketika Forest Stage dibuka oleh maestro jazz Indra Lesmana. Ia membawakan set album Little Things from the Heart, album kompilasi yang dirilis pada 2020.

Sejumlah musisi turut menghidupkan lagu-lagu dari album tersebut, di antaranya Eva Celia, Monita Tahalea, Teza Sumendra, Kyriz Boogieman, dan Michael Jakarimilena. Penampilan mereka diiringi para musisi seperti Andre Dinuth, Rafi Muhammad, Barry Likumahuwa, Rejoz dari The Groove, dan Callista SSS.

Di panggung lain, Batavia Collective menghadirkan pertunjukan semi-eksperimental bertajuk Batavia Collective Hardware Store. Sementara itu, J-ROCKS mengajak penonton bernostalgia melalui deretan lagu yang pernah mewarnai perjalanan musik mereka.

Kolaborasi Reality Club dan musisi Thailand Phum Viphurit menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan pada hari ketiga Synchronize Fest 2026. Mengusung tagar #SEABLINGS, keduanya membagi pertunjukan ke dalam tiga babak yang menampilkan karakter musik masing-masing sebelum berkolaborasi di panggung.

Reality Club membuka rangkaian dengan empat lagu, kemudian dilanjutkan penampilan Phum Viphurit yang membawakan empat lagu. Pertunjukan ditutup melalui kolaborasi keduanya dalam lagu "Am I Bothering You", "Lover Boy", dan "Is It The Answer".

Nuansa internasional juga terasa di area Oleng Upuk melalui penampilan Habibi Funk. Musisi dan kurator musik tersebut menyuguhkan pilihan lagu eklektik dari kawasan Arab yang mengajak penonton menikmati irama dengan suasana meriah.

Panggung District Stage menghadirkan pertunjukan spesial The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif dengan melibatkan sejumlah musisi lintas generasi. Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, serta trio Agatha Pricilla, SIVIA, dan Ify Alyssa tampil dengan arahan musik Nikita Dompas.

Di waktu yang berdekatan, grup asal Bogor, Swellow, membawakan pertunjukan spesial di Forest Stage. Mereka berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan rekan, antara lain Harlan Boer, Jimi Multhazam, Henry Foundation, Ratta Bill, Techa Aurellia, Jo Soegono, dan The Cottons.

Sementara itu, XYZ Stage diramaikan oleh Basboi bersama Pak Joko, The Brandals, C'mon Lennon, dan Poris Vault Gang. Penampilan The Brandals menjadi kesempatan untuk memperkenalkan materi terbaru, sedangkan C'mon Lennon memanfaatkan panggung tersebut sebagai momen reuni.

Gigs Stage juga menyuguhkan pertunjukan lintas genre melalui penampilan Peron, Of Wax, Aryo Adhianto, Quest*, Passive Income, dan Dirty Dogs Aggression. Ragam penampil tersebut memperlihatkan cakupan musikal Synchronize Fest yang mengakomodasi berbagai skena dan karakter musik.

Synchronize Fest kembali menghadirkan pertunjukan tradisional sebagai bagian dari keberagaman programnya. Pada hari ketiga, Kaba Kini menampilkan tradisi Randai Minangkabau yang mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta melalui gerak dan simbol jerami.

Kehadiran pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa festival tidak hanya berfokus pada musik populer, tetapi juga menyediakan ruang bagi ekspresi budaya tradisional. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung selama festival berlangsung.

Dynamic Stage menghadirkan tiga penampilan berturut-turut yang menarik perhatian penonton, yakni Kangen Band, .Feast, dan Timur Basudara. Kangen Band membuka rangkaian tersebut dengan penampilan vokalis Andika yang kembali menunjukkan kemampuannya menguasai panggung.

Setelah itu, .Feast membawakan set Membangun & Menghancurkan, album penuh ketiga mereka yang dirilis pada 2024. Pertunjukan tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian menuju babak baru perjalanan band tersebut.

Timur Basudara kemudian didapuk sebagai penampil penutup Synchronize Fest 2026 di Dynamic Stage. Aksi mereka menghadirkan karaoke massal bersama ribuan penonton sekaligus menjadi penutup penuh selebrasi untuk edisi ke-11 festival.

Di area lain, Oleng Upuk masih dipadati penonton yang menyaksikan penampilan Dipha Barus bersama sejumlah kolaborator. Hujan yang turun menjelang tengah malam di kawasan Gambir Expo Kemayoran turut menandai berakhirnya rangkaian festival selama tiga hari.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Synchronize Fest menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk sejenak beristirahat dari rutinitas melalui musik dan pertemuan lintas generasi. Festival ini juga menempatkan kebersamaan dan solidaritas sebagai bagian penting dari pengalaman yang dibangun bersama penampil maupun penonton.

Melalui slogan "It's not just a festival, it's a movement!", Synchronize Fest menegaskan identitasnya sebagai ruang kolektif yang melampaui pertunjukan musik. Beragam kolaborasi, reuni, dan pertunjukan spesial dalam edisi 2026 memperkuat karakter festival sebagai wadah pertemuan berbagai ekspresi musik dan budaya.

Berakhirnya edisi ke-11 sekaligus membuka harapan bagi penyelenggaraan berikutnya. Dengan beragam pengalaman yang dihadirkan tahun ini, Synchronize Fest kembali menawarkan alasan bagi penonton untuk hadir pada edisi mendatang dan menjadi bagian dari perjalanan festival tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.