Investor RI Tembus 31,9 Juta, Antusiasme Pasar Modal Meningkat

Kamis, 01 Okt 2026, 18:30 WIB

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31,90 juta Single Investor Identification (SID) per akhir September 2026.

Jumlah investor pasar modal Indonesia tersebut konsisten mengalami pertumbuhan, yang mana sebelumnya tercatat sebanyak 31,14 juta SID per akhir Agustus 2026.

Ket. Foto: Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.

"Investor selalu tumbuh setiap bulannya. Jumlah sekarang 31,9 juta (SID)," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik ​​​​saat diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10).

Jeffrey mengatakan pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia, baik melalui investasi saham maupun instrumen pasar modal lainnya.

Ia mengatakan akan memastikan BEI terus melakukan pengembangan ekosistem pasar modal Indonesia, untuk meningkatkan akses dan partisipasi investor, salah satunya melalui pengembangan produk dan infrastruktur perdagangan.

BEI menargetkan terdapat sebanyak 35 juta SID pada tahun 2030, sebagaimana Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan 2026-2030

Mulai Kamis (1/9), BEI telah mengimplementasikan mekanisme transaksi short selling, yang pada tahap awal terdapat lima saham yang masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme tersebut.

Pada hari pertama penerapan short selling, BEI mencatat sebanyak 50 investor telah membuka rekening perdagangan short selling yang berbeda dengan Rekening Dana Nasabah (RDN) saham pada umumnya,

Jeffrey memastikan penerapan short selling pada tahap awal berjalan lancar, dengan tidak terlalu mempengaruhi volatilitas saham yang ditransaksikan.

"Beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar," ujar dia.

Jeffrey menjelaskan implementasi short selling saat ini masih berada dalam tahap uji coba yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Setelahnya, penerapannya akan dievaluasi untuk kemungkinan diperluas pada awal 2027.

Adapun, kelima saham short selling saat ini yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofod Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sementara itu, terdapat dua Anggota Bursa (AB) yang telah memenuhi syarat untuk menyediakan layanan transaksi short selling pada tahap awal, yaitu Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.

Dalam pipeline (antrean), ia mengungkapkan terdapat dua Anggota Bursa (AB) tambahan yang sedang dalam proses untuk menjadi AB yang memfasilitasi layanan transaksi short selling

  • investor

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.