Hotel di Bali Wajib Gunakan Produk Lokal, Izin Bisa Dicabut jika Melanggar

Jumat, 23 Okt 2026, 17:10 WIB

DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan sanksi administratif hingga peninjauan ulang perizinan kepada hotel dan restoran yang tidak menggunakan produk lokal.

“Sebentar lagi akan saya beri peringatan. (Surat peringatan) SP1, SP2 dan SP3. Kalau sampai dia tidak mau menggunakan (produk lokal), tinjau izinnya,” ucap Koster di sela Temu Wirasa Bank Indonesia Bali di Denpasar, Bali, Jumat (23/10).

Ket. Foto: Gubernur Bali Wayan Koster di sela Temu Wirasa Bank Indonesia Bali di Denpasar, Bali, Jumat (23/10). — Sumber: antara foto

Gubernur Bali mengakui masih ditemukan pelaku perhotelan dan restoran yang tidak menaati aturan penggunaan produk lokal sesuai yang tertuang di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Meski begitu, ia tidak menyebutkan detail jumlah hotel, restoran atau kafe yang akan dijatuhkan sanksi tersebut.

“Saya sudah memberlakukan kebijakan penggunaan produk lokal Bali dengan Pergub 99 tahun 2018, cuma belum semua tertib,” ucapnya.

Menurut dia, Bali memiliki dan memproduksi produk lokal unggulan di antaranya beras, telur, buah-buahan, sayuran, daging, hingga produk minuman dan garam.

Ia mencatat pada 2025, jumlah wisatawan asing di Bali menembus 7.050.000 orang dan wisatawan domestik sekitar 9,3 juta orang sehingga total per tahun mencapai sekitar 16,3 juta orang, belum termasuk penduduk Bali.

“Ini pasar yang sudah ada. Ini kan orang, butuh makan,” ucapnya.

Produk lokal itu apabila terserap di sektor pariwisata khususnya hotel, restoran dan kafe maka akan menumbuhkan geliat ekonomi kepada petani, hingga pelaku usaha mikro kecil.

Koster menjelaskan sebesar 66 persen ekonomi di Bali digerakkan oleh sektor pariwisata, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sehingga pemanfaatan produk lokal oleh sektor pariwisata menjadi krusial untuk mendorong perekonomian daerah dan masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, pemanfaatan produk lokal oleh sektor pariwisata juga mendorong kemandirian ekonomi Bali, sehingga tidak banyak bergantung dengan impor untuk produk yang sudah ada di Pulau Dewata.

“Saya betul-betul menerapkan ajaran Trisakti Bung Karno, terutama berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ucapnya.

  • Wajib
  • produk lokal
  • Hotel di Bali
  • Izin Bisa Dicabut

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.