Pemprov DKI dan KPK Kenalkan Nilai Integritas kepada Pelajar di Ragunan

Minggu, 20 Sep 2026, 14:45 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Safari Integritas di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (20/9). Kegiatan bertema "Jujur Itu Petualangan, Integritas Itu Kebiasaan" tersebut mengajak generasi muda mengenal nilai antikorupsi melalui aktivitas edukatif dan interaktif.

Safari Integritas diikuti jajaran Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Dharma Wanita, pengelola Taman Margasatwa Ragunan, serta sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta. Kegiatan dikemas melalui permainan dan penugasan yang tersebar di sejumlah pos di kawasan Ragunan.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Safari Integritas di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (20/9). Kegiatan bertema "Jujur Itu Petualangan, Integritas Itu Kebiasaan" tersebut mengajak generasi muda mengenal nilai antikorupsi melalui aktivitas edukatif dan interaktif. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Inspektur Provinsi DKI Jakarta Dhany Sukma mengatakan Ragunan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena Taman Margasatwa Ragunan telah memperoleh predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Predikat tersebut menjadi salah satu alasan lokasi tersebut digunakan untuk mengenalkan nilai integritas kepada generasi muda.

"Unit Pengelola Ragunan adalah salah satu unit yang mendapatkan predikat Zona Integritas dua sekaligus. Bukan hanya WBK, tetapi juga WBBM. Itu yang pertama diraih oleh Taman Margasatwa Ragunan," ujar Dhany.

Menurut Dhany, predikat tersebut diperoleh melalui penilaian terhadap berbagai aspek tata kelola dan pelayanan. Penilaian juga mencakup upaya mencegah pungutan liar serta memastikan tidak terdapat catatan negatif dari aparat penegak hukum maupun Ombudsman.

Ia mengatakan kegiatan Safari Integritas menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pencegahan korupsi melalui pembentukan karakter. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara yang lebih dekat dengan peserta melalui permainan dan berbagai tugas di sejumlah pos.

"Ini merupakan sebuah upaya menumbuhkan sekaligus juga menjadi tameng bagi kita semua untuk melakukan pencegahan terhadap fraud," kata Dhany.

Dhany juga memperkenalkan sembilan nilai integritas KPK kepada para peserta. Kesembilan nilai tersebut dirangkum melalui jembatan keledai "Jumat Bersepeda Kaka", yang terdiri dari jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, kerja keras, dan adil.

20260920144513_siaranpers_pemprov_dki-20260920110940_wv0nrn_110.jpeg

Sementara itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kunto Ariawan menjelaskan pemberantasan korupsi dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem dan pelayanan publik agar kesempatan terjadinya korupsi semakin kecil.

"Untuk melakukan upaya kesempatan, untuk menghilangkan kesempatan terjadinya korupsi, yang dilakukan oleh Pemerintah DKI yaitu dengan memperbaiki pelayanan publik, menghilangkan kesempatan, memperbaiki sistem," ujar Kunto.

Kunto menambahkan sistem yang baik tetap harus didukung oleh orang-orang yang memiliki integritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk dengan tidak menyontek, tidak menitipkan absen, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

"Tidak ada ujug-ujug seseorang mengambil uang rakyat atau mencuri uang kalau tidak dimulai dari kebiasaan yang kecil-kecil, misalnya tidak jujur, suka bohong, dan sebagainya. Semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang diajarkan pada kegiatan pagi hari ini akan terus membekas, sehingga nanti ketika menduduki jabatan-jabatan strategis, ketika menduduki posisi-posisi penting, tidak melupakan nilai-nilai yang sudah ditanamkan sejak muda," paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim juga mengingatkan pentingnya menerapkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan sejumlah perilaku di ruang publik yang perlu dicegah, seperti parkir liar di trotoar, pencurian fasilitas umum, hingga kecurangan dalam pertandingan olahraga anak.

Menurut Chico, menjaga tata kehidupan kota tidak dapat hanya mengandalkan pengawasan aparat. Kesadaran masyarakat untuk menaati aturan dan menjaga fasilitas publik juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas.

"Korupsi itu kuncinya adalah curang. Sebuah kecurangan yang Adik-adik sekalian juga dari sejak dini harus mulai sadar bahwa curang itu tidak baik," ucapnya.

Melalui Safari Integritas, Pemprov DKI Jakarta dan KPK mendorong pengenalan nilai antikorupsi dilakukan sejak usia sekolah. Kegiatan tersebut menempatkan kejujuran dan integritas sebagai kebiasaan yang dapat dibangun melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.