DPR Dorong Budaya Lokal jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata Samosir

Minggu, 20 Sep 2026, 15:42 WIB

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendorong budaya lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian lokal di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dikutip dari keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu, Lamhot dalam acara pelantikan Pengurus Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Cabang Samosir 1, 2, dan 3 periode 2026–2030 di Samosir, Sabtu (19/9), mengatakan pengembangan pariwisata berbasis budaya tidak harus selalu dimulai dari pembangunan destinasi baru.

Ket. Foto: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga berbicara dalam acara pelantikan Pengurus Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Cabang Samosir 1, 2, dan 3 periode 2026–2030 di Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (19/9). — Sumber: ANTARA/HO-DPR RI

Menurutnya, kegiatan masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun dapat menjadi modal sosial dan budaya yang kemudian dikemas menjadi agenda wisata.

“Yang kita dorong adalah bagaimana kearifan lokal yang sudah hidup di tengah masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat alam Samosir, tetapi juga mengenal budaya dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.

Dalam praktiknya, pengunjung yang datang tidak hanya mengikuti kegiatan utama, tetapi juga membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, dan berbagai kebutuhan selama berada di daerah tujuan.

Maka dari itu, ia mendorong agar potensi budaya lokal di Samosir dapat dikembangkan melalui pariwisata sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Budaya jangan hanya kita lihat sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikembangkan secara produktif. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” ucapnya.

Di samping itu, legislator dari komisi yang membidangi pariwisata hingga ekonomi kreatif tersebut juga menilai pengembangan budaya sebagai bagian dari pariwisata memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku usaha.

Dengan kolaborasi tersebut, kegiatan budaya dapat dikembangkan tanpa kehilangan akar tradisinya sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Lamhot mengatakan dirinya sengaja menggandeng Kementerian Pariwisata dalam kegiatan tersebut agar potensi budaya lokal di Samosir dapat dilihat secara lebih luas dan dikembangkan sebagai bagian dari promosi destinasi.

Ia pun berharap Samosir dapat terus memperkuat posisi sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam Danau Toba, tetapi juga kekayaan budaya masyarakatnya.

“Kearifan lokal perlu ditempatkan sebagai salah satu kekuatan untuk memperluas daya tarik pariwisata Samosir,” ujarnya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.