Pemkot Padang Gelar Festival Adat untuk Lestarikan Tradisi Lokal

Minggu, 20 Sep 2026, 15:37 WIB

PADANG -- Dinas Pariwisata Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar kegiatan Padang Adat Festival sebagai upaya melestarikan berbagai tradisi lokal yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat, sekaligus memastikan tradisi tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Padang Ashari Hidayat di Padang, Minggu.

Ket. Foto: Masyarakat melakukan doa bersama (Ratik Tolak Bala) yang merupakan salah satu tradisi dalam kegiatan Padang Adat Festival, — Sumber: ANTARA/Najmi Aulia

Salah satu tradisi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut yaitu Ratik Tolak Bala yang merupakan tradisi masyarakat Kecamatan Kuranji untuk memanjatkan doa dan memohon perlindungan dari berbagai musibah.

Kegiatan Ratik Tolak Bala dilaksanakan di Guo, Kuranji, Kota Padang, pada 20 September 2026.

Menurutnya, Padang Adat Festival menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberadaan tradisi yang tumbuh di setiap wilayah Kota Padang, karena masing-masing daerah memiliki kekhasan budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap tahun dan diharapkan dapat masuk dalam kalender kegiatan Kota Padang sehingga pelaksanaannya dapat terus berlanjut.

"Tradisi seperti ini perlu diberi ruang untuk terus tampil setiap tahun. Karena itu kami akan mengupayakan agar kegiatan ini dapat menjadi bagian dari agenda Kota Padang," ujarnya.

Ia menyatakan pelestarian budaya juga perlu diikuti dengan pengemasan kegiatan yang menarik dan strategi promosi yang lebih luas, terutama karena Kota Padang tengah mengembangkan potensi gastronomi sebagai bagian dari daya tarik pariwisata.

Langkah awal yang dilakukan, kata dia,  mendata (inventarisasi) berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat karena sebagian di antaranya belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Ia menyatakan tradisi yang telah diidentifikasi yakni Limau Baronggeh di Kecamatan Bungus yang memiliki kemiripan dengan tradisi Tolak Bala, namun memiliki prosesi kebudayaan yang berbeda. Selain itu terdapat tradisi Tolak Bala di kawasan Pantai Air Manis yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Kota Padang.

Rangkaian Ratik Tolak Bala tidak hanya berupa kegiatan doa bersama, tetapi juga mencakup sejumlah kegiatan masyarakat yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan.

Kegiatan yang telah terlaksana yaitu masyarakat melakukan penyembelihan kerbau, yang kemudian dimasak dalam bentuk gulai kalio daging lalu disantap secara bersama . Ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi tersebut.

  • Menjaga Tradisi Lokal

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.