BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 20-21 September 2026
Minggu, 20 Sep 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada 20-21 September 2026.
Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. BMKG menyebut sejumlah fenomena atmosfer berperan terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem.
Fenomena tersebut diantaranya Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin. Kemudian dipengaruhi juga oleh sirkulasi siklonik yang mempengaruhi pergerakan massa udara.
âDidukung dengan labilitas lokal yang kuat, proses pengangkatan massa udara menjadi cukup optimal. Sehingga berpotensi meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak,â ujar BMKG dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).
Pada Minggu, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Potensi serupa juga terdapat di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua Pegunungan.
Sementara, angin kencang berpotensi melanda Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Masyarakat di wilayah tersebut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Sementara pada Senin (21/9), hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Potensi hujan juga terdapat di Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, serta sejumlah wilayah Kalimantan.
Wilayah Kalimantan yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Papua Pegunungan dan Papua.
Untuk potensi angin kencang pada Senin, BMKG memperkirakannya terjadi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca tersebut.
BMKG menjelaskan dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembentukan awan hujan. Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di sekitar Kalimantan, sementara Gelombang Kelvin melintasi sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, sirkulasi siklonik di Laut Tiongkok Selatan turut memengaruhi pergerakan massa udara. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perlambatan angin dan mendukung proses pengangkatan massa udara.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan, banjir, dan pohon tumbang. Warga juga disarankan memantau informasi dan pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Saat terjadi hujan disertai angin kencang, masyarakat sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau struktur yang berpotensi roboh. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko keselamatan akibat dampak cuaca ekstrem. ils/I-1
- Angin Kencang
- Potensi Hujan
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Samarinda Dibakar Suami Istri, Kini Ditahan Polisi
-
Banjir Bandang Nepal: 289 Nyawa Hanyut Disapu Air Bah Himalaya
-
Cuaca Sabtu: BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar Diselimuti Awan Tebal.
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu (9/9)
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.