Bukan Sekadar Kain! 55 Motif Tenun Kre Alang Sumbawa Kini Resmi Dilindungi HAKI
Minggu, 20 Sep 2026, 02:00 WIBSUMBAWA - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas 55 motif tenun Kre Alang sebagai upaya memperkuat pelindungan warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan produk tenun lokal.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi langkah awal untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya Sumbawa.
"Ini bukan akhir, tetapi merupakan awal untuk melestarikan Kre Alang. Ini tugas bersama untuk terus melestarikan dan mewariskan Kre Alang kepada generasi muda agar kelestariannya tetap terjaga," ujarnya dalam keterangannya di Sumbawa, Sabtu.
Bupati menyebutkan sertifikat tersebut diserahkan langsung dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB I Gusti Putu Milawati kepada dirinya di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa pada Jumat (18/9).
Menurut dia, setiap motif Kre Alang perlu dilengkapi literasi mengenai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas produk sekaligus meningkatkan nilai tambah tenun.
Ia menilai pelestarian Kre Alang tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan keberadaan penenun, tetapi juga perlu memperluas pemanfaatan motif agar produk tenun dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki pasar yang lebih luas.
Pemkab Sumbawa, kata dia, telah mengeluarkan surat imbauan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan instansi pemerintah untuk menggunakan pakaian bermotif Kre Alang setidaknya sekali dalam sepekan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penggunaan produk tenun lokal sekaligus menciptakan pasar bagi perajin.
"HAKI penting agar jangan sampai kekayaan budaya kita diklaim dan diakui oleh pihak lain," katanya.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum NTB I Gusti Putu Milawati mengapresiasi komitmen Pemkab Sumbawa dalam mendukung pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
Menurut dia, pendataan dan sertifikasi 55 motif tenun Sumbawa merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Sekarang tinggal bagaimana membuat 55 motif tenun tersebut menjadi ada barangnya di pasaran, bukan cuma sekadar di atas kertas saja," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk terus menginventarisasi kekayaan budaya Sumbawa yang belum terdokumentasi dan mendaftarkannya sebagai KIK.
Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk memberikan pelindungan terhadap kekayaan budaya daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa da Fitria Syarafuddin Jarot mengatakan sertifikasi 55 motif Kre Alang merupakan langkah awal untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat ekosistem tenun daerah.
Ia menyebutkan penenun Kre Alang saat ini masih didominasi generasi berusia di atas 50 tahun dengan jumlah yang relatif terbatas.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan produksi sehingga diperlukan upaya regenerasi penenun dan pengenalan Kre Alang kepada generasi muda.
Selain regenerasi, pihaknya mendorong pengembangan produk turunan berbahan dan bermotif Kre Alang agar penggunaannya tidak terbatas pada kebutuhan adat dan kegiatan seremonial.
"Selain itu, kita juga harus memikirkan bagaimana membuat produk turunan dari Kre Alang. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" katanya.
Ia berharap pengembangan produk turunan, perluasan pasar, dan regenerasi penenun dapat berjalan beriringan sehingga pelindungan budaya melalui sertifikasi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Undian Liga Champions 2026-27: Skenario Terbaik dan Terburuk Arsenal, Manchester United, serta Manchester City
-
Kairi Cetak Savage, Entity7 Dibuat Tak Berkutik! ONIC Amankan Start Mulus di Paris
-
Evaluasi Timnas Jangan Sekadar Janji
-
Menbud: Seni Ukir Jepara Punya Nilai Ekonomi dan Artistik Tinggi
-
Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.