• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menbud: Seni Ukir Jepara P...

Menbud: Seni Ukir Jepara Punya Nilai Ekonomi dan Artistik Tinggi

Sabtu, 11 Jul 2026, 09:00 WIB

JAKARTA - Seni ukir Jepara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik sekaligus ekonomi kreatif yang sangat besar.

Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat peluncuran buku Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir di Jepara, Jawa Tengah, Jumat (10/7). 

Ket. Foto: Pengrajin membuat gebyok ukir di industri rumahan 'Gebyok Ukir Jepara' , Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (20/1). — Sumber: ANTARA

Menurutnya, karya para pengukir Jepara telah dikenal luas hingga mancanegara dan menjadi bagian dari industri kreatif global.

"Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Fadli menilai kehadiran buku Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi mengenai sejarah dan perkembangan seni ukir Jepara.

Menurutnya, buku tersebut tidak sekadar mendokumentasikan perjalanan seni ukir, tetapi juga menawarkan perspektif baru mengenai masa depan Jepara sebagai pusat seni ukir dunia.

Ia mengingatkan bahwa jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir terus menurun sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan mendorong berbagai program pelestarian, seperti pelatihan bersama maestro, pengembangan sekolah maupun lokakarya ukir, hingga peningkatan kapasitas generasi muda agar keterampilan mengukir tetap diwariskan.

"Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya," kata Fadli.

Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan pengakuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sekaligus memperkuat mekanisme perlindungan (safeguarding) agar tradisi tersebut tetap lestari.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah seni ukir kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas budaya daerah.

Sementara soal antusiasme masyarakat terhadap pameran TATAH, tercatat cukup tinggi, adapun pada awal Juli 2026, pameran telah dikunjungi lebih dari 53 ribu orang.

Meski demikian, ada tantangan saat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengemas seni ukir agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan menarik bagi generasi muda.

Salah satu penulis buku, Arif Akhyat menjelaskan buku tersebut menawarkan pendekatan baru dalam membaca sejarah Jepara.

Seni ukir tidak hanya dipahami sebagai karya estetika, tetapi juga sebagai hasil perjalanan sejarah, dinamika sosial, hubungan perdagangan, serta strategi budaya yang membentuk identitas Jepara selama berabad-abad.

Ia menyebut rekonstruksi sejarah dilakukan melalui kajian berbagai artefak, arsip, hingga peninggalan budaya yang selama ini belum banyak dikaji dalam historiografi nasional.

Direktur TATAH Veronica Rompies mengatakan buku tersebut bukanlah akhir dari upaya memahami Jepara, melainkan titik awal lahirnya diskusi yang lebih luas mengenai seni ukir, sejarah, serta kehidupan para pengukir.

Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dari buku dan forum diskusi dapat berkembang menjadi riset, kebijakan, maupun langkah konkret dalam memperkuat ekosistem seni ukir Jepara.

  • Seni Ukir Jepara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.