MTQ Nasional XXXI di Semarang Bikin Jateng Adem dan Tenteram

Minggu, 20 Sep 2026, 03:00 WIB

Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang selama sembilan hari menghadirkan suasana tenteram dan adem ayem di wilayah tersebut.

"Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9) malam.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. — Sumber: Antara

Menurut Luthfi, lantunan ayat-ayat suci Al Quran yang terdengar di berbagai lokasi selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI turut menghadirkan suasana tenteram bagi masyarakat.

"Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," katanya.

Ia mengatakan suasana tersebut juga terasa di media sosial yang selama pelaksanaan MTQ Nasional banyak dipenuhi informasi mengenai kegiatan keagamaan tersebut.

"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya.

Karena itu, Luthfi berharap kegiatan serupa dapat digelar secara lebih rutin di berbagai daerah di Indonesia untuk mendorong masyarakat memperbanyak perbuatan baik dan mengurangi penyebaran informasi yang tidak benar di dunia maya.

"Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," katanya dalam acara yang dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan empat kekuatan yang perlu diperkuat Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

"Pertama, yaitu menjaga integritas dan muruah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian harus terus diperkuat," katanya.

Kedua, Jawa Tengah perlu memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran.

Ketiga, Jawa Tengah dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.

"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," katanya.

  • Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.