Memperketat Pengawasan BBM Subsidi di Seluruh SPBU di Balikpapan

Sabtu, 19 Sep 2026, 23:37 WIB

Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar untuk memastikan kepatuhan aturan ganjil genap dan mencegah praktik pelangsiran atau pembelian berulang di seluruh SPBU di Kota Balikpapan.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan bersama tim gabungan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran atau manipulasi aturan pengisian BBM subsidi.

Ket. Foto: Petugas mengisikan BBM ke tangkri truk di SPBU Km 15 Soekarno-Hatta. Aturan plat nomor ganjil-genap yang mulai diterapkan Pemkot Balikpapan cukup berhasil menertibkan antrean. — Sumber: Antara

"Kami memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tanpa pelanggaran, terutama kepatuhan pada ketentuan ganjil genap berbasis nomor polisi kendaraan yang telah ditetapkan Pemkot Balikpapan," kata Zulkifli di Balikpapan, Kaltim, Sabtu.

Zulkifli menjelaskan, aturan ganjil genap yang merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan tersebut mewajibkan setiap kendaraan roda enam atau lebih yang telah melakukan pengisian BBM bersubsidi untuk jeda atau menunggu selama 48 jam sebelum kembali mengantre.

Untuk memastikan aturan diindahkan, Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Penyaluran BBM Bersubsidi Kota Balikpapan yang terdiri dari unsur Pemkot, Polresta, Kejaksaan, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Pertamina gencar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Dalam sidak yang dilaksanakan di SPBU KM 15 Balikpapan Utara pada Jumat (18/9), tim Satgas memeriksa sedikitnya 77 unit truk yang sedang mengantre di dua jalur pengisian.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kendaraan mematuhi jadwal ganjil genap serta kesesuaian dokumen kendaraan.

Zulkifli menambahkan, Satgas akan terus menggelar sidak tanpa pemberitahuan guna mengantisipasi celah manipulasi pelat nomor ganda oleh oknum sopir.

Pemkot Balikpapan juga membuka posko pengaduan di Bagian Pemerintahan Setda Balikpapan bagi masyarakat yang menemukan penyimpangan.

Sementara itu, Manager Sales Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama, mendukung penuh pengetatan yang dilakukan Pemkot Balikpapan.

Petugas SPBU bersama tim gabungan turut melakukan pencocokan fisik kendaraan dengan kode batang (barcode) digital MyPertamina saat transaksi.

"Hasil pengecekan bersama sejauh ini sesuai dan tidak ditemukan penyimpangan barcode. Pertamina menjamin ketersediaan stok Biosolar di Balikpapan dalam kondisi aman sehingga para sopir diimbau tetap tenang dan antre sesuai aturan," tutur Narotama.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.