WTA Finals Digelar di Charlotte Amerika Serikat Mulai 2027

Jumat, 18 Sep 2026, 00:12 WIB

CHARLOTTE — WTA Finals akan digelar di Charlotte, North Carolina, mulai 2027. Turnamen penutup musim tenis putri dunia tersebut akan berlangsung di kota itu setidaknya selama tiga tahun, demikian disampaikan Ketua Women's Tennis Association (WTA), Valerie Camillo.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya WTA untuk mengambil kendali lebih besar atas turnamen andalannya sekaligus memperkuat fondasi finansial organisasi.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan WTA Finals. — Sumber: WTA

WTA Finals mempertemukan delapan petenis tunggal putri terbaik serta delapan pasangan ganda terbaik sepanjang musim. Mulai 2027, pertandingan akan dimainkan di Spectrum Center, Charlotte, sementara festival untuk penggemar direncanakan berlangsung di pusat konvensi yang berada tidak jauh dari arena.

Berbeda dengan beberapa edisi sebelumnya, WTA akan mengambil peran lebih besar dalam mengoperasikan turnamen. WTA tidak lagi sepenuhnya mengandalkan promotor eksternal seperti yang pernah dilakukan pada masa lalu.

Camillo menjelaskan, penyelenggaraan di Charlotte akan menggunakan model kemitraan publik-swasta yang melibatkan pemerintah kota, pemerintah daerah, negara bagian, serta komunitas perusahaan lokal.

“WTA akan mengambil kepemilikan dan kendali yang lebih besar atas turnamen ini serta berinvestasi bersama para mitra kami,” kata Camillo pekan ini.

Ia menambahkan, WTA ingin menjadikan WTA Finals sebagai “Super Bowl-nya olahraga wanita”, dengan daya tarik komersial dan perhatian publik yang lebih besar.

Besaran paket finansial yang disiapkan Charlotte belum diumumkan. Mitra lokal dijadwalkan menyampaikan rincian investasi tersebut dalam pengumuman tersendiri.

Namun, Camillo menyebutnya sebagai investasi yang “berarti” dan memberikan keyakinan kepada WTA untuk berkomitmen membawa turnamen penutup musim ke Charlotte.

Keputusan ini juga tidak terlepas dari perubahan lokasi WTA Finals sebelumnya. WTA telah memutuskan memindahkan edisi November 2026 ke Indian Wells, California, setelah mengakhiri kesepakatan yang membuat Riyadh menjadi tuan rumah dengan dukungan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.

Perubahan tersebut terjadi di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan WTA. The Telegraph melaporkan pekan lalu bahwa proyeksi internal WTA menunjukkan organisasi tersebut berpotensi kehabisan uang pada tahun depan dan mulai memiliki utang pada musim gugur 2027 jika pola pengeluaran saat ini terus berlanjut.

Laporan tersebut menyebut WTA memperkirakan kerugian operasional mencapai 23 juta dolar AS pada 2026. Hilangnya pendapatan yang sebelumnya terkait dengan kesepakatan penyelenggaraan WTA Finals di Arab Saudi disebut sebagai salah satu faktor utama.

Camillo menyebut 2026 sebagai tahun transisi bagi WTA. Organisasi tersebut kini berupaya memperketat pengeluaran sekaligus menyerap biaya tidak terduga akibat pemindahan WTA Finals ke Indian Wells.

Meski menghadapi tekanan finansial, Camillo mengatakan WTA memiliki “jalur yang jelas” menuju kinerja keuangan yang konsisten dan berkelanjutan mulai 2027. Optimisme tersebut, menurutnya, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan jumlah penonton.

Ketika ditanya apakah secara finansial akan lebih mudah bagi WTA untuk mempertahankan WTA Finals di Riyadh selama tahun ketiga, Camillo mengatakan pemindahan ke Indian Wells merupakan keputusan strategis.

Menurutnya, langkah tersebut justru membantu WTA mempersiapkan fondasi bagi rencana jangka panjang di Charlotte.

WTA juga belum menetapkan besaran hadiah uang untuk WTA Finals 2027. Camillo menegaskan bahwa kesetaraan hadiah antara sektor putra dan putri tetap menjadi salah satu tujuan penting WTA. Namun, organisasi tersebut juga tengah mempertimbangkan model lain, termasuk sistem pembagian keuntungan dengan para pemain.

“Kami ingin turnamen ini dibangun bersama para pemain,” ujar Camillo. “Mengapa harus berhenti pada hadiah uang yang setara?”

Sementara itu, CEO Charlotte Sports Foundation, Will Pitts, mengatakan pihaknya berharap keberadaan WTA Finals dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan turnamen WTA 500 dalam jangka panjang.

Namun, rencana tersebut membutuhkan pembangunan fasilitas tenis kelas satu yang memenuhi standar untuk menjadi tuan rumah turnamen WTA 500.

Selain memindahkan WTA Finals ke Charlotte, WTA juga berencana memperbesar kehadiran operasionalnya di kota tersebut. Menurut Camillo, langkah itu akan dilakukan secara bertahap seiring organisasi membangun dan mengembangkan WTA Finals sebagai salah satu agenda olahraga utama di Charlotte.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.