Klub-Klub Manfaatkan Waktu Jelang Jeda

Jumat, 18 Sep 2026, 06:47 WIB

LONDON - Pekan kelima Liga Inggris menjadi panggung penting bagi sejumlah klub yang belum menemukan bentuk terbaik. Sebelum kompetisi memasuki jeda internasional pertama musim ini selama hampir tiga pekan, Brentford dan Chelsea akan membuka rangkaian pertandingan dengan derbi London Barat, Sabtu (19/9) dini hari WIB. Pada hari yang sama, Tottenham Hotspur juga menghadapi Aston Villa.

Chelsea datang ke Gtech Community Stadium dengan satu pekerjaan besar yang belum terselesaikan: membenahi pertahanan. Dalam empat pertandingan Liga Inggris musim ini, The Blues sudah delapan kali kebobolan. Masalah tersebut kembali terlihat ketika mereka menghadapi Leeds United di Piala Liga Inggris, meski akhirnya mampu mengamankan kemenangan.

Ket. Foto: Gelandang Chelsea, Morgan Rogers (kedua dari kanan), merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Chelsea lawan Hull City di Stamford Bridge, London, pada 12 September 2026. — Sumber: Henry NICHOLLS / AFP

Hasil imbang melawan Hull City dalam laga pekan lalu juga memperlihatkan bahwa Chelsea belum sepenuhnya stabil. Sebaliknya, Brentford memang belum konsisten, tetapi memiliki kemampuan untuk menyulitkan lawan di kandang sendiri. Setelah mengalahkan Tottenham dalam pertandingan pembuka, tim asuhan Keith Andrews kemudian tiga kali berturut-turut bermain imbang.

Pertemuan kedua klub di Gtech juga menunjukkan kecenderungan menarik. Empat laga terakhir di stadion tersebut dalam ajang Liga Inggris seluruhnya berakhir seri, dua di antaranya dengan skor 2-2. Statistik itu memperlihatkan betapa tipis perbedaan kedua tim ketika bertemu di London Barat.

Chelsea harus mampu mengendalikan pertandingan sekaligus mengurangi kesalahan di area pertahanan. Brentford, di sisi lain, membutuhkan kemenangan untuk mengubah rangkaian hasil imbang menjadi momentum. Dengan kondisi kedua tim tersebut, duel ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Ini menjadi ujian terhadap kemampuan Chelsea mengatasi masalah pertahanan dan kemampuan Brentford mengubah permainan kompetitif menjadi kemenangan.

Tekanan serupa mengarah ke Tottenham Hotspur Stadium. Tottenham menjamu Aston Villa dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan persoalan produktivitas. Setelah empat pertandingan Liga Inggris, Spurs bahkan belum mencetak satu gol pun. Villa sedikit lebih baik, tetapi baru sekali membobol gawang lawan di kompetisi domestik.

Aston Villa memiliki modal psikologis lain. Stadion Tottenham justru menjadi salah satu tempat yang menyenangkan bagi mereka. Dalam tujuh kunjungan terakhir ke London Utara, Villa meraih lima kemenangan. Musim lalu, tim asuhan Unai Emery bahkan dua kali pulang membawa kemenangan dengan skor 2-1, masing-masing di Liga Inggris dan Piala FA.

Villa juga baru mendapatkan suntikan kepercayaan diri dari Liga Champions. Mereka mengalahkan Club Brugge dan mencetak tiga gol dalam pertandingan tersebut. Sebaliknya, persoalan Tottenham tidak hanya terletak pada ketajaman lini depan.

Rekor kandang Spurs sejak awal musim lalu memperlihatkan masalah yang lebih luas. Mereka hanya meraih tiga kemenangan dalam 21 pertandingan Liga Inggris di kandang. Dalam tujuh laga kandang terakhir di kompetisi tersebut, Tottenham kebobolan 15 gol dan hanya mencetak lima. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.