Jepang Berharap Kemeriahan Pesta Olahraga Hadir di Nagoya

Jumat, 18 Sep 2026, 07:09 WIB

TOKYO - Lima tahun setelah pandemi Covid-19 merampas kemeriahan Olimpiade Tokyo, Jepang kembali membuka pintu bagi para penggemar olahraga. Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya menjadi kesempatan bagi Negeri Sakura untuk menghidupkan kembali pesta olahraga yang sempat hilang akibat pembatasan kesehatan.

Asian Games yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober itu diikuti sekitar 11.000 atlet dari 45 negara dan wilayah. Sebanyak 43 cabang olahraga dipertandingkan, dengan 469 nomor perebutan medali. Jumlah tersebut bahkan jauh lebih banyak dibanding Olimpiade Paris 2024 yang mempertandingkan 329 nomor dari 32 cabang.

Ket. Foto: Orang-orang menaiki eskalator di depan spanduk promosi Asian Games 2026 di stasiun kereta di Nagoya, Prefektur Aichi, pada 16 September 2026. — Sumber: Mohd Rasfan / AFP

Namun, atmosfer menuju pesta olahraga empat tahunan Asia ini belum sepenuhnya bergelora. Minat publik Jepang terhadap Aichi-Nagoya 2026 relatif sepi. Panitia masih harus bekerja keras menjual tiket. Sedangkan hujan deras menjelang pembukaan sempat mengganggu persiapan. Sejumlah atlet dan ofisial bahkan harus dievakuasi sementara dari tempat penginapan akibat cuaca buruk.

Persoalan lain muncul dari perbedaan visi. Panitia lokal menginginkan penyelenggaraan yang sederhana, efisien, dan fungsional. Sedangkan Olympic Council of Asia membawa ambisi lebih besar. Lonjakan jumlah peserta juga menambah tantangan. Perkiraan awal sekitar 15.000 atlet dan ofisial meningkat menjadi sekitar 17.000 setelah sejumlah cabang tambahan masuk program.

Aichi-Nagoya menawarkan kombinasi olahraga tradisional dan modern. Bulu tangkis, tenis meja, angkat besi, atletik, renang hingga senam tetap menjadi pusat perhatian. Namun, Asian Games kali ini juga menghadirkan mixed martial arts, padel, selancar, teqball dan virtual taekwondo. Esports kembali dipertandingkan setelah debut di Hangzhou.

Tidak semua cabang dari Hangzhou dipertahankan. Catur, go, xiangqi, bridge, dragon boat, roller skating dan renang perairan terbuka tidak masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan kali ini. Persaingan juga memiliki arti penting menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Sejumlah cabang seperti panahan, hoki, layar, squash, selancar, tenis dan triatlon menyediakan kesempatan memperoleh kuota Olimpiade.

Di kolam renang, perhatian tertuju kepada bintang Tiongkok Pan Zhanle, juara Olimpiade nomor 100 meter gaya bebas sekaligus pemegang rekor dunia. Namun, sorotan juga mengarah kepada rekan senegaranya, Yu Zidi. Baru berusia 13 tahun, Yu sudah menjadi peraih medali Kejuaraan Dunia dan salah satu prospek terbesar renang Tiongkok. Dia akan tampil di nomor 200 meter gaya kupu-kupu serta nomor gaya ganti perorangan.

Dari Filipina, Alexandra Eala datang dengan modal luar biasa. Petenis berusia 21 tahun itu memasuki Asian Games sebagai unggulan teratas setelah menjalani musim terbaik dalam kariernya. Dia menembus babak keempat Wimbledon, mengalahkan juara Grand Slam enam kali Iga Swiatek, sebelum merebut gelar WTA pertamanya di Washington. Kini berada di peringkat 18 dunia, Alexandra Eala memilih membela Filipina di Asian Games dan melewatkan China Open.

Talenta muda lainnya juga siap mencuri perhatian. Singapura mengandalkan pesenam Amanda Yap yang baru berusia 15 tahun. Dia menjadi pesenam Singapura pertama yang menembus final Kejuaraan Dunia dan kemudian meraih medali perak Commonwealth Games. India membawa Vaibhav Sooryavanshi, sensasi kriket berusia 15 tahun yang mencatat musim luar biasa di IPL dengan 776 run dari 16 pertandingan.

Sri Lanka pun memiliki harapan besar melalui pelempar lembing Rumesh Tharanga Pathirage. Atlet 23 tahun itu menjadi orang Sri Lanka pertama yang menembus jarak 90 meter setelah mencatat 92,62 meter di Diamond League Roma. Dia bahkan sudah tiga kali melewati 90 meter dan menargetkan emas Olimpiade Los Angeles.

Di kubu tuan rumah, Nishiyama Misa menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan. Dia adalah pesenam berusia 16 tahun yang akan menjalani debut internasional senior di hadapan publik Jepang setelah menjuarai NHK Trophy dan All-Japan All-Around Championships.

Jepang sendiri membawa modal kuat dari Olimpiade Paris dengan finis ketiga dalam perolehan emas, mengumpulkan 20 medali emas. Pelempar lembing Haruka Kitaguchi, peraih emas Olimpiade dan perempuan Jepang pertama yang memenangkan nomor lapangan di Olimpiade, menjadi salah satu tumpuan tuan rumah. Shinnosuke Oka, juara tiga emas Olimpiade dari cabang senam, juga diharapkan tampil meski sempat diganggu cedera punggung. ben/G-1

  • Persiapan Asian Games 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.