Wakil Rektor dari 46 Kampus se-Indonesia Berkumpul, Ini Isu Akademik yang Dibahas

Jumat, 18 Sep 2026, 06:59 WIB

MAKASSAR - Sebanyak 46 perwakilan perguruan tinggi menghadiri Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, 16-19 September 2026.

"Total 75 perguruan tinggi telah terdaftar sebagai peserta forum. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 46 perguruan tinggi diantaranya hadir mengikuti rangkaian," ujar Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof Muhammad Ruslin di Makassar, Kamis.

Ket. Foto: Ketua panitia sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof Muhammad Ruslin memberikan sambutan pada pembukaan Forum Wakil Rektor se-Indonesia di Makassar, Kamis (17/9). — Sumber: Antara foto/HO Unhas

Adapun perguruan tinggi yang hadir antara lain Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Trunojoyo Madura.

Selanjutnya UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Palangkaraya, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UPN Veteran Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, termasuk Unhas dan UNM sebagai tuan rumah.

Prof Ruslin menjelaskan, forum ini fokus membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan akademik perguruan tinggi, khususnya pada perguruan tinggi negeri.

Pembahasan mencakup empat agenda utama, yakni Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan student success, proporsi daya tampung SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri, bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan, serta pencegahan dan mitigasi kecurangan dalam proses seleksi mahasiswa.

“Forum ini untuk memperkuat konsolidasi antarpimpinan perguruan tinggi, khususnya dalam merespons dinamika pengelolaan akademik. Berbagai isu yang dibahas diharapkan dapat memperkaya perspektif masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan akademik,” jelasnya.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya pengambilan kebijakan akademik yang berbasis data dan berorientasi pada hasil di tengah transisi demografi dan kelembagaan perguruan tinggi.

Menurutnya, forum tersebut perlu melihat tata kelola akademik secara utuh, mulai dari input mahasiswa hingga kualitas lulusan.

“Di tengah transisi demografi dan kelembagaan ini, perguruan tinggi dituntut merumuskan kebijakan yang berbasis data (data-driven) dan berorientasi hasil (outcome-oriented)," ujarnya.

" Forum ini harus menjadi ruang kalibrasi kebijakan untuk mengevaluasi empat kerangka fundamental, yakni input PMB, proses akademik, luaran riset, dan kualitas lulusan,” lanjut Prof JJ.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.