Setelah Olimpiade Berlangsung Sepi, Jepang Berharap Asian Games Jadi Pesta Olahraga
Kamis, 17 Sep 2026, 07:00 WIBNAGOYA â Lima tahun setelah pandemi Covid-19 membuat Jepang kehilangan kemeriahan Olimpiade Tokyo yang telah lama dipersiapkan, negeri Sakura kini kembali membuka pintu bagi para penggemar olahraga. Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya akan resmi dimulai pada hari Sabtu (19/9).
Ajang ini menjadi kesempatan ketiga bagi Jepang menjadi tuan rumah Asian Games, sekaligus yang pertama sejak Hiroshima 1994. Kehadiran penonton di berbagai arena diharapkan dapat menghidupkan kembali atmosfer olahraga bersama yang hilang ketika Olimpiade Tokyo digelar tanpa penonton di hampir seluruh cabang olahraga akibat pembatasan kesehatan.
Namun, suasana menjelang Asian Games Aichi-Nagoya belum sepenuhnya mencerminkan antusiasme yang dulu diharapkan Jepang untuk Olimpiade.
Minat publik terhadap Asian Games kali ini relatif terbatas. Penyelenggara bahkan harus bekerja keras menjual tiket pertandingan. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menjelang pembukaan juga turut memengaruhi persiapan dan suasana.
Pekan lalu, ratusan atlet dan ofisial sempat dievakuasi dari tempat penginapan mereka akibat cuaca buruk. Sejumlah arena pertandingan juga mengalami kebocoran pada bagian atap.
Target Sederhana, Program Makin Padat
Penyelenggara lokal sejak awal mengusung konsep pesta olahraga yang sederhana, efisien, dan fungsional. Namun, terdapat perbedaan pandangan dengan Olympic Council of Asia (OCA), badan yang menaungi penyelenggaraan Asian Games setiap empat tahun.
Semula, penyelenggara memperkirakan sekitar 15.000 atlet dan ofisial dari 45 negara dan wilayah peserta akan hadir. Namun, jumlah pendaftaran meningkat menjadi sekitar 17.000 orang untuk ajang yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Lonjakan tersebut salah satunya dipicu penambahan sejumlah cabang olahraga menjelang penyelenggaraan.
Program pertandingan di Aichi-Nagoya bahkan lebih padat dibandingkan Olimpiade Paris 2024. Paris mempertandingkan 329 nomor medali dalam 32 cabang olahraga, sedangkan Asian Games kali ini menghadirkan 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga. Pada Asian Games Hangzhou 2022, terdapat 40 cabang olahraga.
Meski jumlah cabang bertambah, sejumlah olahraga nontradisional yang dipertandingkan di Hangzhou justru tidak masuk program Aichi-Nagoya.
Catur, go, xiangqi, dan bridge dicoret setelah sebelumnya membantu China mendominasi perolehan medali di Hangzhou dengan rekor 201 emas, unggul jauh dari Jepang yang berada di posisi kedua dengan 52 emas.
Penggemar dragon boat, roller skating, dan renang perairan terbuka juga tidak akan menyaksikan cabang favorit mereka di Jepang.
Sebagai gantinya, Asian Games menghadirkan sejumlah olahraga kontemporer seperti mixed martial arts (MMA), padel, dan selancar. Ada pula cabang yang lebih unik, seperti virtual taekwondo dan teqball, olahraga yang memadukan unsur tenis meja dan sepak bola.
Esports kembali menjadi cabang perebutan medali setelah debut di Hangzhou. Breaking atau breakdance juga dipertahankan meski sempat menjadi sorotan di Olimpiade Paris setelah penampilan kontroversial atlet Australia, Raygun.
Pertandingan Tersebar di Berbagai Kota
Kompetisi tidak hanya berlangsung di Aichi. Arena pertandingan tersebar di sejumlah wilayah Jepang, termasuk Tokyo yang menjadi lokasi pertandingan renang dan Osaka yang ikut menjadi venue sepak bola.
Penyelenggara juga tidak menggunakan konsep kampung atlet tradisional. Sebagai gantinya, berbagai solusi akomodasi diterapkan untuk menampung ribuan atlet.
Sebagian atlet akan tinggal di fasilitas sementara, termasuk kontainer kayu di Garden Pier serta sebuah kapal pesiar yang bersandar di kawasan teluk.
Di arena pertandingan, persaingan diperkirakan berlangsung ketat pada cabang yang menjadi kekuatan tradisional Asia, seperti tenis meja, bulu tangkis, dan angkat besi.
Asian Games Aichi-Nagoya juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk memperebutkan tiket kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 melalui cabang panahan, hoki, layar, squash, selancar, tenis, dan triatlon.
Bintang Asia Siap Unjuk Gigi
Pusat Akuatik Tokyo akan menjadi salah satu venue yang menyajikan persaingan kelas dunia. Cabang renang mulai dipertandingkan pada Minggu.
Juara Olimpiade nomor 100 meter gaya bebas putra sekaligus pemegang rekor dunia, Pan Zhanle, menjadi salah satu andalan Tiongkok. Namun, perhatian juga tertuju kepada rekan senegaranya yang baru berusia 13 tahun, Yu Zidi.
Dari sektor tenis, Filipina mengandalkan Alex Eala. Popularitas Eala di tur WTA membuat setiap penampilannya kerap disambut meriah oleh pendukung Filipina. Ia datang dengan pengalaman meraih dua medali perunggu di Hangzhou 2022, masing-masing dari nomor tunggal dan ganda campuran.
Antusiasme publik Jepang diperkirakan meningkat apabila para atlet tuan rumah mulai mengoleksi medali emas.
Pada Olimpiade Paris 2024, Jepang finis di posisi ketiga dengan 20 medali emas, mengungguli Inggris, Australia, dan tuan rumah Prancis.
Harapan Jepang pada Atlet Tuan Rumah
Pelempar lembing Haruka Kitaguchi menjadi salah satu tumpuan Jepang. Ia merupakan perempuan Jepang pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade di nomor atletik lapangan.
Sementara itu, pesenam Shinnosuke Oka, peraih tiga medali emas Olimpiade, juga akan memburu gelar di hadapan publik sendiri. Namun, kondisi fisiknya menjadi perhatian setelah ia mengalami masalah punggung dalam persiapan menuju Asian Games.
Bagi Jepang, Aichi-Nagoya bukan sekadar ajang olahraga multicabang. Setelah Olimpiade Tokyo berlangsung dalam suasana yang jauh dari pesta olahraga yang dibayangkan akibat pandemi, Asian Games menjadi kesempatan untuk menghadirkan kembali atmosfer pertandingan yang melibatkan atlet, penonton, dan masyarakat secara langsung.
Kini, tinggal menunggu apakah persaingan di arena dan keberhasilan atlet tuan rumah mampu menghidupkan kembali semangat olahraga Jepang.
- Olimpiade Tokyo
- Jepang
- Asian Games 2026
- aichi nagoya 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan
-
Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT
-
The Dog Stars: Ridley Scott Tinggalkan Dunia yang Hancur untuk Film Apokaliptik yang Manusiawi
-
Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih
-
Jepang Kerahkan 10.000 Polisi Amankan Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.