Bulu Tangkis Langsung Latih Tanding dengan Jepang
Kamis, 17 Sep 2026, 06:52 WIBJAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia mendapat pengalaman baru dalam persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Menghadapi NTT East Badminton Club Jepang dalam sesi latih tanding, para pemain tidak hanya menjaga intensitas latihan, tetapi juga menguji kemampuan menghadapi karakter permainan yang berbeda.
Sesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemusatan latihan tim Indonesia menjelang pesta olahraga terbesar di Asia. Bagi para pemain, kesempatan berhadapan langsung dengan pebulu tangkis Jepang memberikan variasi sekaligus gambaran mengenai pola permainan yang berpotensi ditemui saat bertanding di Asian Games.
Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menilai latih tanding tersebut memberi manfaat penting bagi pemain. Selama pemusatan latihan, para pemain lebih sering berhadapan dengan rekan satu tim sehingga pertandingan melawan pemain Jepang memberikan tantangan dengan karakter berbeda.
âDengan sparing bersama klub dari Jepang sangat positif. Mereka bisa mendapat variasi pola main dari lawan berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari,â ujar Anton, Rabu (16/9).
Menurut Anton, pengalaman tersebut diharapkan membuat pemain lebih siap menghadapi berbagai karakter lawan ketika memasuki pertandingan sesungguhnya. Variasi pola permainan yang diperoleh dari sesi latih tanding menjadi tambahan modal dalam menghadapi persaingan di Asian Games.
âManfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda,â katanya. Persiapan juga dilakukan melalui rotasi pasangan di sektor ganda putra. Lima pemain yang disiapkan untuk Asian Games telah dibiasakan bermain dengan pasangan berbeda sejak menjalani pemusatan latihan di Indonesia. Skema tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan tim ketika menghadapi situasi pertandingan.
âDi Indonesia sudah dibiasakan. Lima pemain diputar dengan pasangan berbeda. Persiapan sudah matang banget, tinggal lihat nanti ketemu lawan,â ujar Anton.
Pengalaman serupa dirasakan pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Latih tanding melawan pemain Jepang menghadirkan suasana berbeda karena lawan yang biasanya mereka temui dalam turnamen kali ini menjadi rekan berlatih.
âSeru, bisa latih tanding dengan ganda-ganda Jepang. Biasanya jadi lawan, kini bisa latihan bersama. Positif sekali suasananya dan ada suasana baru,â kata Rachel. Febi menambahkan, pemain ganda putri Jepang dikenal memiliki permainan ulet dengan tenaga pukulan yang kuat. Kesempatan berlatih bersama Hinata Suzuki/Nao Yamakita yang sudah beberapa kali tampil di turnamen World Tour juga dinilai memberikan pengalaman tambahan. ben/G-1
- Asian Games 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jepang Kerahkan 10.000 Polisi Amankan Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan
-
The Dog Stars: Ridley Scott Tinggalkan Dunia yang Hancur untuk Film Apokaliptik yang Manusiawi
-
Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih
-
Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.