InJourney Tourism Rangkul Warga Mandalika untuk Sukseskan MotoGP Mandalika 2026

Kamis, 17 Sep 2026, 06:42 WIB

LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT  - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengajak warga lingkar Mandalika memperkuat sinergi dalam menyukseskan ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), 9-11 Oktober 2026.

“Kegiatan betabeq (Meminta izin) ini untuk meminta doa dan dukungan dari semua masyarakat agar event MotoGP Indonesia berjalan dengan baik,” kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka saat acara tradisi betabeq yang digelar di Sirkuit Mandalika, Rabu (16/9).

Ket. Foto: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal (Tengah) saat acara betabeq menyambut ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Rabu malam (16/9). — Sumber: ANTARA/Akhyar Rosidi

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan hal yang positif untuk melestarikan budaya dan tradisi masyarakat, sehingga semua event yang dilaksanakan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk memastikan event berjalan dengan baik dan berdampak bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan dampak ekonomi dari ajang ini diharapkan dapat terus meningkat, sehingga target penonton pada ajang ini diharapkan lebih banyak dari tahun ke yang mencapai 125 ribu penonton.

“Persiapan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan, baik dari segi peningkatan sarana dan prasarana pendukung lainnya,” katanya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal mengatakan melalui kegiatan tradisi betabeq (meminta izin) diharapkan dapat melekat budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

“Apapun event besar yang dilaksanakan harus dilakukan tradisi betabeq,” katanya.

Ia mengatakan tradisi ini untuk meminta izin kepada pemilik alam, sehingga semua event yang digelar bisa dilaksanakan dengan lancar, aman dan tertib.

“Semua memiliki kewajiban agar event MotoGP Indonesia yang digelar ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan ritual warga yang dilaksanakan secara terus menerus dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata itu membutuhkan kenyamanan dan dukungan dari masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan semua masyarakat harus bersama-sama memberikan dampak positif terhadap pembangunan di Lombok Tengah.

“Kegiatan ini harus dilaksanakan untuk menyampaikan kepada alam, di kawasan ini digelar event yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.