Mbappe Jelaskan Alasan Tutupi Kaus Solidaritas Ceuta di Laga Real Madrid
Kamis, 17 Sep 2026, 17:00 WIBJAKARTA - Kylian Mbappe akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya menutupi sebagian kaus solidaritas untuk warga Ceuta sebelum pertandingan Real Madrid melawan Elche. Mbappe bersama Vinicius Jr dan Ibrahima Konate menjadi tiga pemain yang terlihat menggulung kaus tersebut sebelum laga.
Kaus yang dikenakan para pemain Real Madrid memuat pesan "Kami semua adalah Caballas", sebutan bagi masyarakat Ceuta. Pesan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penduduk wilayah kantong Spanyol yang tengah menghadapi persoalan migrasi.
Mbappe, Vinicius, dan Konate memilih menutupi pesan tersebut sebelum pertandingan dimulai. Sikap ketiganya kemudian menjadi perhatian di Spanyol karena sebagian besar pemain Real Madrid lainnya tetap mengenakan kaus tersebut.
Real Madrid sebelumnya menerima permintaan untuk mengenakan kaus solidaritas itu sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat Ceuta. Namun, klub juga memberikan kebebasan kepada setiap pemain untuk menentukan apakah mereka ingin mengenakannya atau tidak.
Mbappe menjelaskan bahwa keputusannya bukan berarti dirinya menolak atau tidak bersimpati kepada masyarakat Ceuta. Pemain asal Prancis tersebut justru menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa solidaritas terhadap warga Ceuta sekaligus ingin menyampaikan perhatian kepada para migran yang menjadi korban.
"Saya ingin menjelaskan ini dengan jelas agar orang-orang mengerti. Itu adalah keputusan klub untuk menyertakan kaus tersebut agar kami memakainya, dan kami sebagai pemain harus memakainya," ujar Mbappe kepada AS.
"Hal pertama yang ingin saya katakan adalah bahwa saya sepenuhnya bersolidaritas dengan Ceuta dan semua korban. Karena sebelum menjadi pemain, saya adalah manusia," lanjutnya.
Mbappe kemudian mengatakan bahwa dirinya juga ingin menunjukkan kepedulian terhadap para migran yang kehilangan nyawa atau harus menjalani kondisi sulit. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi karena terdapat banyak orang yang mengalami penderitaan.
"Ini bukan posisi yang mudah untuk diambil, ini sulit karena pada akhirnya orang mungkin berpikir saya menentang rakyat Ceuta, tetapi tidak, sama sekali tidak," kata Mbappe.
"Saya tidak punya masalah dengan mereka dan saya mendukung mereka sepenuhnya dalam pikiran saya. Tetapi saya juga ingin memikirkan semua orang yang menderita, karena pada akhirnya saya manusia dan saya tidak ingin memprioritaskan satu bentuk penderitaan di atas yang lain," ujarnya.
Persoalan Ceuta menjadi isu sensitif di Spanyol setelah terjadi gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar pada akhir Juli 2026. Laporan yang dikutip Daily Mail menyebut sekitar 80.000 migran, mayoritas laki-laki muda asal Maroko, tiba pada 30 dan 31 Juli, sementara sedikitnya 57 orang dilaporkan meninggal ketika berusaha melakukan perjalanan tersebut.
Presiden Ceuta kemudian menyebut sekitar 13.000 migran masih berada di wilayah tersebut. Pemerintah Spanyol juga menyiapkan tempat penampungan untuk menampung hingga 10.000 orang di Ceuta seiring persoalan migrasi terus menjadi perhatian politik nasional.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan pemerintah tidak mampu mengatasi besarnya arus kedatangan pada saat itu. Ia menyebut sebagian besar migran telah dikembalikan ke Maroko dan pemerintah terus meningkatkan kapasitas akomodasi di Ceuta.
Di tengah situasi tersebut, keputusan tiga pemain Real Madrid menutupi pesan pada kaus solidaritas mendapat reaksi beragam dari pendukung. Sementara itu, Barcelona memilih tidak mengenakan kaus tersebut saat menjalani pertandingan LaLiga mereka.
Mbappe menegaskan dirinya ingin menyampaikan pesan yang lebih luas melalui sikap tersebut, terutama mengenai kepedulian terhadap korban dari berbagai sisi. Ia berharap persoalan yang terjadi di Ceuta dapat segera menemukan penyelesaian.
"Ada orang-orang yang menderita dan hati saya hancur melihat hal itu terjadi di dunia. Saya seorang pemuda yang menginginkan yang terbaik untuk dunia tempat kita tinggal," ujar Mbappe.
"Saya bertujuan menyampaikan pesan positif dan perdamaian, dan saya berharap situasi ini dapat segera terselesaikan," tuturnya.
Real Madrid sendiri berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Elche dalam pertandingan tersebut. Perdebatan mengenai kaus solidaritas kemudian tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan persoalan migrasi yang sensitif di Ceuta.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!
-
Ketua PKK Banten: Budaya Sehat Sekolah Ciptakan Generasi Berkarakter
-
Laga Berat Madrid Hadapi Inter
-
Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah
-
Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.