SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia ke Pasar Global

Rabu, 07 Okt 2026, 19:50 WIB

JAKARTA — Pameran bisnis makanan dan minuman (F&B) berskala internasional, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026, kembali digelar pada 4–6 November 2026 di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini diarahkan untuk mempertemukan pelaku industri F&B Indonesia dengan produsen, distributor, pembeli, serta mitra bisnis dari berbagai negara.

Penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Kehadiran pameran ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas perdagangan sektor pangan Indonesia dengan pasar internasional.

Ket. Foto: Sesi foto dalam konferensi pers SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di Jakarta pada Rabu (7/10). Pameran yang digelar pada 4–6 November di JIExpo Kemayoran ini bertujuan mempertemukan pelaku F&B Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis dari mancanegara. — Sumber: SIAL Network

Industri makanan dan minuman nasional dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang besar seiring perubahan gaya hidup, pertumbuhan populasi, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap beragam produk kuliner. Kondisi tersebut tidak hanya menciptakan peluang ekspansi bagi pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai pasar bagi investasi dan perdagangan produk F&B.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menjadi salah satu platform yang mempertemukan kepentingan tersebut. Pameran ini memberikan kesempatan bagi merek dan perusahaan internasional untuk mengenal pasar Indonesia, sekaligus membuka akses bagi produsen dan distributor nasional untuk bertemu dengan calon pembeli dari mancanegara.

Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan, mengatakan bahwa fokus penyelenggaraan tahun ini adalah menciptakan pertemuan bisnis yang dapat menghasilkan kerja sama konkret bagi peserta.

“Fokus utama SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 adalah menghadirkan pertemuan bisnis yang efektif dan berdampak nyata bagi seluruh peserta. Lewat pameran ini, kami akan menghubungkan para pemasok dan produsen secara langsung dengan para pengambil keputusan serta pembeli berkualitas,” kata Henri dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Rabu (7/10).

Menurut Henri, SIAL Food & Drinks Indonesia berupaya menyediakan platform perdagangan yang dapat membuka peluang kemitraan jangka panjang sekaligus mendukung perkembangan industri F&B nasional.

Hadirkan Peserta dari 13 Negara

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 merupakan bagian dari SIAL Network, jaringan pameran B2B makanan dan minuman internasional yang telah berkembang sejak 1964.

Dalam perkembangannya, jaringan SIAL telah mempertemukan lebih dari 17.000 peserta dan sekitar 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara. Jaringan tersebut mencakup berbagai penyelenggaraan pameran SIAL di sejumlah negara, termasuk Prancis, Kanada, China, Malaysia, Vietnam, dan India.

Di Jakarta, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 akan menggunakan area pameran seluas sekitar 18.000 meter persegi. Pameran tersebut akan menghadirkan lebih dari 500 merek peserta dari 13 negara dan teritori.

Peserta internasional berasal dari Amerika Serikat, Arab Saudi, China, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Prancis, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Kehadiran peserta dari berbagai negara membuat pameran ini tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi ruang pertukaran informasi mengenai tren, teknologi, standar kualitas, dan peluang perdagangan di sektor makanan dan minuman.

Bagi pelaku usaha Indonesia, forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari mitra ekspor, memperluas jaringan distribusi, serta mengenal perkembangan teknologi pengolahan dan pengemasan produk.

Sebaliknya, perusahaan internasional dapat memanfaatkan pameran untuk memahami karakter pasar Indonesia dan menjajaki peluang investasi maupun kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Produk dan teknologi yang ditampilkan mencakup rantai industri F&B dari hulu hingga hilir. Sektor yang dihadirkan antara lain bahan baku, mesin pengolahan dan pengemasan, makanan dan minuman kemasan, produk roti dan kue, kopi, teh, kakao, minuman beralkohol, hingga peralatan dapur.

Tiga Program Unggulan

Selain menampilkan produk dan teknologi industri, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah program yang berkaitan dengan inovasi, kuliner, dan industri kopi.

Salah satunya adalah SIAL Innovation, program penghargaan internasional yang memberikan apresiasi terhadap produk-produk inovatif di sektor makanan dan minuman.

Program lainnya adalah SIAL Culinary Masters Asia, kompetisi memasak yang mempertemukan para koki profesional dari berbagai negara. Indonesia dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana program tersebut sebelum dilanjutkan di Vietnam dan Malaysia.

Sementara itu, industri kopi akan mendapat perhatian melalui Indonesia Barista Championship 2026/2027. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menguji kemampuan para profesional kopi dalam mengolah dan menyajikan minuman berkualitas.

Henri mengatakan bahwa rangkaian program tersebut dirancang agar pelaku industri tidak hanya mendapatkan peluang transaksi bisnis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.

“Lewat program yang kami hadirkan, kami ingin memastikan para pelaku F&B nasional bisa memperluas peluang kemitraan baru, mendorong lompatan bisnis, hingga meraih pengakuan di panggung dunia,” ujar Henri.

Pendaftaran bagi pengunjung perdagangan (trade visitors) telah dibuka. Pelaku usaha, profesional, dan pemangku kepentingan industri F&B dapat mendaftarkan diri secara gratis melalui situs resmi SIAL Food & Drinks Indonesia.

Digelar Bersama Pameran Logistik Pangan

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga akan digelar secara bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026 pada 4–6 November di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran.

Penyelenggaraan kedua pameran di lokasi dan waktu yang sama diarahkan untuk mempertemukan industri makanan dan minuman dengan sektor transportasi dan logistik yang menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan.

Kebutuhan logistik dalam industri F&B mencakup pengiriman, penyimpanan, hingga sistem rantai dingin (cold chain). Infrastruktur tersebut semakin penting bagi pelaku usaha yang menangani produk segar, beku, maupun produk yang membutuhkan pengendalian suhu selama proses distribusi.

Dengan mempertemukan pelaku industri F&B dan penyedia jasa logistik dalam satu kawasan pameran, penyelenggara berharap terbuka lebih banyak peluang kerja sama untuk mendukung efisiensi rantai pasok pangan.

Kolaborasi kedua pameran tersebut juga mencerminkan semakin eratnya keterkaitan antara pertumbuhan industri makanan dan minuman dengan kebutuhan infrastruktur distribusi.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 pada akhirnya tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk, tetapi sebagai forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan jaringan perdagangan global. Melalui akses terhadap pembeli internasional, teknologi, inovasi, dan jaringan logistik, pameran ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi industri F&B nasional untuk berkembang di pasar domestik maupun ekspor.

  • UMKM
  • Industri Pangan
  • Industri F&B
  • Ekonomi Kreatif
  • Bisnis F&B
  • JIEXPO Kemayoran
  • industri makanan dan minuman
  • SIAL Food & Drinks Indonesia 2026
  • SIAL Food & Drinks
  • Ekspor Produk F&B
  • Pameran B2B
  • SIAL Network

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.