Liga Europa: Amorim Tumbang, AC Milan Dipermalukan Benfica, Sunderland Rayakan Kebangkitan

Kamis, 17 Sep 2026, 09:52 WIB

PARIS — AC Milan menelan kekalahan pertama di bawah pelatih Ruben Amorim setelah takluk 0-2 dari Benfica pada laga pembuka fase liga Liga Europa, Kamis (17/9) dini hari WIB. Di laga lain, Sunderland menandai kembalinya mereka ke kompetisi Eropa setelah absen selama 53 tahun dengan kemenangan dramatis atas AZ Alkmaar.

Milan, tujuh kali juara kompetisi antarklub Eropa, sebelumnya mengawali musim Serie A dengan catatan dua kemenangan dan dua hasil imbang dari empat pertandingan. Namun, performa tersebut mendapat ujian serius ketika mereka menghadapi Benfica pada laga perdana fase liga Liga Europa.

Ket. Foto: Para pemain AC Milan tertunduk kecewa usai kalah dari Benfica dalam laga Liga Europa, Kamis (17/9) dini hari WIB. — Sumber: UEFA

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Milan sebenarnya menciptakan sejumlah peluang. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat tim tuan rumah harus membayar mahal. Benfica justru tampil efektif dan mempertahankan rekor tidak terkalahkan mereka pada awal musim ini.

Amorim mengakui dirinya masih terus mencari formula terbaik untuk timnya. Pelatih asal Portugal itu bahkan sebelumnya mengaku tidak yakin memiliki cukup waktu untuk membangun tim sesuai keinginannya.

"Saya terus melakukan perubahan. Kami harus memulainya dari dasar karena baru dua bulan bekerja bersama. Kami kalah malam ini, tetapi kami akan menemukan solusi untuk beradaptasi dengan pertandingan seperti ini," kata Amorim kepada Sky Sport Italia.

"Kami perlu membangun sebuah gagasan permainan, tetapi kami juga harus menang. Jadi, tentu saja kami bisa melakukan penyesuaian."

Benfica, yang pernah dikalahkan Milan pada final Piala Eropa 1963 dan 1990, akhirnya mencatat kemenangan pertama sepanjang sejarah pertemuan mereka dengan raksasa Italia tersebut.

Tim asuhan Marco Silva membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui aksi individu brilian Dodi Lukebakio. Penyerang asal Belgia itu menusuk dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur ke sudut bawah tiang jauh dan tak mampu dijangkau kiper Milan.

Benfica kemudian menggandakan keunggulan delapan menit setelah babak kedua dimulai. Jakub Kaminski menyambar umpan silang Souffian El Karouani dari sisi kiri untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Milan berusaha bangkit, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan.

Sementara itu, Sunderland mengawali penampilan mereka di Eropa setelah penantian panjang selama 53 tahun dengan kemenangan 1-0 atas AZ Alkmaar di Stadium of Light.

Laga tersebut menjadi pertandingan Eropa pertama Sunderland sejak putaran kedua Piala Winners 1973. Atmosfer luar biasa dari pendukung tuan rumah turut mengiringi kembalinya The Black Cats ke panggung kontinental.

Sunderland tampil lebih dominan pada babak pertama, tetapi sejumlah peluang gagal dimaksimalkan. Enzo Le Fee bahkan nyaris membuka skor ketika tendangannya membentur tiang gawang.

Kesempatan emas akhirnya datang 20 menit setelah turun minum. Sunderland mendapatkan hadiah penalti setelah Weslley Patati melakukan pelanggaran terhadap Le Fee.

Le Fee, yang penalti­nya digagalkan David Raya ketika Sunderland kalah dari Arsenal di Premier League pada Sabtu, kali ini tidak mengulangi kegagalan. Ia dengan tenang mengarahkan bola ke sudut gawang untuk membawa Sunderland unggul 1-0.

AZ kemudian meningkatkan tekanan. Sunderland harus berterima kasih kepada kiper Robin Roefs yang melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-81 untuk menggagalkan peluang Valdemar Byskov dan mempertahankan keunggulan tuan rumah hingga akhir pertandingan.

Bek Sunderland, Trai Hume, menikmati momen bersejarah tersebut. "Sekarang setelah kami berada di sini, saya hanya ingin menikmati setiap momennya. Kami memiliki tim yang hebat, staf yang luar biasa, dan suporter yang luar biasa. Kami sepenuhnya layak mendapatkan momen ini dan akan terus berjuang sepanjang musim," ujar Hume.

Lyon juga berhasil mengobati kekecewaan setelah tersingkir secara dramatis dari play-off Liga Champions melawan Fenerbahce. Klub Prancis itu meraih kemenangan 2-1 atas Anderlecht di Brussel.

Lyon langsung mengambil kendali pertandingan. Noah Nartey membawa tim tamu unggul ketika pertandingan baru berjalan kurang dari delapan menit.

Keito Nakamura kemudian menggandakan keunggulan Lyon pada pertengahan babak pertama. Tendangan pemain Jepang tersebut berubah arah setelah mengenai pemain lawan dan bersarang di gawang Anderlecht. Gol itu menjadi yang pertama bagi Nakamura sejak bergabung dengan Lyon dari Reims.

Anderlecht memperkecil ketertinggalan setelah turun minum melalui sundulan striker muda Mihajlo Cvetkovic. Namun, Lyon mampu bertahan di tengah tekanan berat hingga peluit akhir.

Di Jerman, Bayer Leverkusen juga meraih kemenangan 2-0 atas juara Slovenia, Celje.

Leverkusen membuka keunggulan pada menit ke-15 setelah gelandang Celje, Svit Seslar, melakukan gol bunuh diri. Pemain tim nasional Argentina Facundo Medina kemudian memastikan kemenangan Leverkusen lewat golnya 16 menit sebelum pertandingan berakhir.

Pada pertandingan lainnya, Olympiacos bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan wakil Polandia, Jagiellonia, dengan skor 2-1. Sparta Praha tampil meyakinkan dengan kemenangan 4-1 atas Ararat di Armenia, sedangkan klub Siprus Omonia mengalahkan Celta Vigo.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.