Di SAFE 2026, Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index
Kamis, 17 Sep 2026, 09:17 WIBJAKARTA - Forum tahunan Katadata di bidang keberlanjutan, Sustainability Action for The Future Economy atau Katadata SAFE 2026, resmi dibuka pada Rabu (16/9). Di tahun ketujuh ini, Katadata SAFE mengangkat tema The Green Changer.
Dalam sambutannya, Co-founder sekaligus CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan bahwa sudah saatnya keberlanjutan atau sustainability menjadi aksi nyata, alih-alih jargon semata. Aksi nyata itu, menurut Metta, dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah maupun kegiatan usaha di seluruh sektor. Dia berharap, aksi nyata terkait keberlanjutan dapat didiskusikan dalam Katadata SAFE 2026.
âMudah-mudahan kita semua bisa membicarakan banyak hal, mungkin saya ingin titip, agar bisa membicarakan hal-hal yang konkret,â kata Metta saat pembukaan Katadata SAFE 2026, di Jakarta, kemarin.
Isu-isu terkini seperti rencana ekspor listrik hingga beragam tantangan keberlanjutan, termasuk yang menyangkut kepentingan sektoral, harapannya bisa diurai dalam forum ini. Katadata SAFE 2026 digelar dua hari pada 16â17 September 2026. Forum ini sengaja diselenggarakan di Sequis Tower, SCBD, yang merupakan salah satu gedung berlabel bangunan hijau alias green building di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Metta mengungkapkan rencana Katadata meluncurkan Katadata ESG 50Â Index atau daftar 50 emiten yang sehat secara finansial sekaligus berkelanjutan.
âJadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,â ujar Metta.
Sebelumnya, Katadata telah meluncurkan dashboard Katadata ESG Insight pada April lalu. Dashboard tersebut membantu para emiten untuk mengetahui kinerja keberlanjutannya yang diukur melalui sekitar 100 indikator. Peluncuran Katadata ESG 50 Index atau KESGI 50 akan dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya, peluncuran akan digelar di Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
Arah dan metodologi KESGI 50 dipaparkan lebih rinci oleh Heri Susanto, Co-founder dan Chief Content Officer Katadata. Heri menjelaskan, investor kerap dihadapkan pada dilema ketika memilih antara emiten dengan kinerja ESG unggul namun profitabilitas dan likuiditas saham belum optimal, atau sebaliknya, emiten dengan fundamental kuat namun kinerja ESG belum optimal. KESGI 50 dirancang untuk menjawab dilema dengan menyandingkan kualitas pengelolaan ESG dan kualitas fundamental emiten dalam satu indeks.
âSelain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,â kata Heri.
Heri memaparkan, KESGI 50 dibangun di atas tiga lensa fundamental, yakni performa ESG yang mengacu pada metodologi Katadata ESG Insight (KESGI), kualitas fundamental emiten, dan kelayakan pasar sepertilikuiditas dan free float. Sebagai lensa keempat, indeks ini menyertakan market valuation untuk membedakan emiten berkualitas tinggi yang valuasinya menarik dari emiten berkualitas tinggi.
Heri memposisikan KESGI 50 sebagai pelengkap indeks-indeks ESG yang sudah lebih dulu ada di BEI, seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. Berbeda dari indeks-indeks pendahulunya, KESGI 50 diarahkan untuk membaca kinerja ESG berbasis data lokal Indonesia sekaligus mengaitkannya dengan konteks pasar guna mendukung keputusan alokasi investasi.
âBagi investor, KESGI 50 menjadi filter yang lebih andal untuk emiten yang ESG-nya sehat sekaligus performa finansial yang andal. Bagi emiten, masuk dalam 50 konstituen ini menjadi insentif nyata untuk terus memperbaiki disclosure ESG dan fundamental bisnisnya, â pungkas Heri.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.