Basarnas Bali Temukan Tiga Awak Kapal Cepat Baliman yang Hilang Lima Hari
Kamis, 17 Sep 2026, 15:59 WIBDENPASAR -- Basarnas Bali akhirnya menemukan tiga awak kapal yang terdiri dari kapten dan Anak Buah Kapal (ABK) kapal cepat Baliman dalam keadaan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur, setelah dinyatakan hilang selama lima hari.
âKantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima informasi dari rekan korban bahwa kapal cepat beserta ketiga korban telah berhasil dievakuasi oleh warga nelayan ke Pantai Puger, Jawa Timur," kata Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya dalam keterangannya di Denpasar, Kamis.
Diketahui ketiga awak kapal pertama kali dikabarkan hilang pada Sabtu (12/9) di Perairan Manta Point, Nusa Penida.
Ketiga korban yang berhasil diselamatkan yaitu I Nyoman Budiana selaku kapten kapal serta dua orang ABK masing-masing bernama Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena.
Sidakarya menjelaskan informasi keberadaan korban diterima pada Rabu (16/9) pukul 21.06 WITA kemarin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Banyuwangi lima menit berselang untuk melakukan verifikasi lapangan.
Sebanyak empat personel Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi kemudian dikerahkan menuju Pantai Puger pada pukul 21.15 WITA untuk memastikan kondisi fisik seluruh korban secara langsung.
"Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi berhasil bertemu dengan ketiga korban dan dari hasil pemeriksaan memastikan bahwa I Nyoman Budiana, Keristino Sahreza Avendi Da, dan Niko Demios Landena, dalam keadaan selamat dan sehat," ujar Sidakarya.
Sementara itu fisik dari kapal cepat Baliman sendiri berada di sekitar rumpon bleduk atau berjarak kurang lebih 42 mil laut dari garis pesisir.
Ketiga korban kemudian dijadwalkan dijemput langsung oleh pihak keluarga pada Kamis hari ini.
Sidakarya menyampaikan keberhasilan penemuan korban ini mengakhiri operasi SAR intensif yang melibatkan berbagai alut laut dan udara.
Untuk diketahui pencarian terhadap awak kapal cepat sudah berlangsung selama lima hari dengan mengerahkan berbagai alut
Seperti pada hari ketiga pencarian yaitu Senin (14/9) Basarnas Bali mengerahkan kapal KN SAR Arjuna 229 dengan 25 personel serta dukungan satu helikopter FINNS SGi Air Bali untuk penyisiran udara.
Namun saat itu hasilnya masih nihil, ditambah kendala ketidakpastian jumlah penumpang yang awalnya dilaporkan hanya satu orang hilang sebelum diinformasikan keluarga bahwa korban berjumlah tiga orang, kemudian faktor cuaca buruk juga membayangi proses pencarian.
Ketinggian gelombang laut di area Perairan Manta Point tercatat mencapai 2 hingga 4 meter dengan kecepatan angin berkisar 12 knot.
Begitu hingga pencarian hari kelima, dimana hingga Rabu (16/9) tim SAR yang sempat menerjunkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar dari Pelabuhan Benoa belum mendapat keberadaan korban hingga sore.
Sidakarya menyampaikan selama operasi berlangsung, pencarian turut mendapat dukungan dari belasan perahu kelompok nelayan lokal, pihak keluarga korban, Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar, serta pemantauan pergerakan kapal yang melintas melalui koordinasi dengan VTS Benoa.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.