Harum di Luar Negeri, IKM Parfum Binaan Kemenperin Tembus Pasar Papua Nugini
Rabu, 16 Sep 2026, 23:20 WIBJAKARTA â Produk parfum buatan industri kecil menengah (IKM) Indonesia makin harum di pasar global. PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sukses menembus pasar ekspor Papua Nugini.
Capaian ini melanjutkan rekam jejak perusahaan yang sebelumnya sudah menembus pasar dengan standar tinggi seperti Jepang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keberhasilan ini membuktikan produk kosmetik dan parfum lokal semakin kompetitif.
âProduk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,â kata Agus di Jakarta, Rabu (16/9).
Kinerja ekspor industri kosmetik nasional memang tengah naik daun. Pada 2025, ekspor kosmetik mencapai USD473,8 juta, melonjak 13,7 persen dibanding 2024 sebesar USD416,8 juta.
âTingginya minat pasar terhadap produk wewangian membuka peluang emas bagi ekosistem industri nasional untuk mencetak wirausaha baru yang adaptif dan inovatif,â imbuh Menperin.
Potensi besar ini ditopang basis industri yang kuat. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per Juli 2026 mencatat ada 1.655 pelaku industri kosmetik di Indonesia dan lebih dari 87 persen di antaranya adalah IKM. Hingga Agustus 2026, tercatat lebih dari 370 ribu produk kosmetik terdaftar.
Operasi Tiga Dekade
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut ekspor PT Follow Me Indonesia menjadi bukti konkret efektivitas pembinaan pemerintah.
âSalah satu keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor,â ungkap Reni saat Pelepasan Ekspor di Tangerang, Senin (14/9).
Reni menjelaskan, perusahaan yang dipimpin Henry Suhardja itu telah beroperasi hampir tiga dekade. Bermula dari skala kecil, perusahaan aktif mengikuti program pembinaan sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dari Ditjen IKMA, termasuk fasilitasi pameran Cosmetic Day dan restrukturisasi mesin pada 2024.
Dari pembinaan tersebut, PT Follow Me Indonesia berhasil menjalin kemitraan dengan PT Indesso Aroma, industri besar penyedia bahan baku parfum berkualitas.
âPapua Nugini menjadi salah satu pasar ekspor tetangga yang potensial untuk terus dikembangkan. Kedekatan geografis membuka peluang penetrasi lebih besar,â jelas Reni.
Pemilik PT Follow Me Indonesia, Henry Suhardja, mengungkapkan pada ekspor kali ini pihaknya mengirim parfum dan gel rambut senilai USD40.436 atau sekitar Rp707 juta.
âKami berterima kasih atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin. Dukungan ini berdampak nyata bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar ekspor,â ujar Henry.
Kemenperin menegaskan akan terus melanjutkan pembinaan terintegrasi agar semakin banyak IKM kosmetik naik kelas dan mampu memenuhi standar global.
- Kementerian Perindustrian
- Parfum
- Industri Kecil Menengah (IKM)
- Menperin Agus Gumiwang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Kemenperin Soroti Lemahnya K3
-
Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
-
Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta
-
Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.