KemenPU Kebut Pemulihan Pascagempa NTT: 1.024 Infrastruktur Ditangani, Jalan dan Bendung Pulih 100 Persen
Rabu, 07 Okt 2026, 20:50 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur yang terdampak di delapan kabupaten/kota telah ditangani.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan di Pulau Flores harus menerapkan prinsip build back better.
"Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya," ujar Menteri Dody di Jakarta, Rabu (7/10).
Untuk sektor konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga memastikan 20 ruas jalan yang sempat terdampak kini tetap fungsional. Penanganan meliputi 89 titik longsor dan lima titik patahan. Selain itu, 14 jembatan termasuk duiker juga telah difungsikan kembali. Penanganan jalan dan jembatan ini telah rampung 100 persen.
Di sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU telah memverifikasi fungsi 2 bendung, 1 bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku. Ditambah 2 embung, 4 pengaman pantai, dan 2 infrastruktur sungai. Penanganan sektor ini juga sudah mencapai 100 persen.
Sementara untuk layanan dasar masyarakat, sektor Cipta Karya masih terus berjalan. Tercatat 93 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, 64 sudah diverifikasi. Dari 129 bangunan gedung terdampak, 86 telah diverifikasi. Untuk prasarana sanitasi, 6 dari 10 unit sudah diverifikasi. Penanganan 9 kawasan strategis bahkan telah tuntas 100 persen.
Di fase tanggap darurat, Kementerian PU telah mendistribusikan 88 dari total 131 unit sarana prasarana darurat. Bantuan itu terdiri dari 15 mobil tangki air, 2 mobil vakum tinja, 46 hidran umum, 2 toilet portabel, 18 velbed, dan perlengkapan lainnya.
Tak hanya itu, sebanyak 651 prasarana strategis juga telah diidentifikasi, dengan 644 di antaranya telah diverifikasi. Rinciannya meliputi 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan. Sebanyak 146 fasilitas telah dibersihkan dan 59 lainnya mendapat penanganan ringan, dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Kementerian PU menegaskan seluruh penanganan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan agar aktivitas masyarakat kembali normal, sejalan dengan Visi PU 608 untuk membangun infrastruktur yang aman, tangguh bencana, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
- Kementerian PU
- Pemulihan Pascagempa
- Bangun Infrastruktur
- gempa Flores
- Gempa NTT
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.