TP-Link Bawa Wi-Fi 8 yang Lebih Cepat ke Asia Pasifik dan Integrasikan Networking dengan AI
Selasa, 15 Sep 2026, 19:27 WIBJAKARTA â TP-Link memperkenalkan teknologi Wi-Fi 8 untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik dalam ajang TP-Link APAC B2B Summit 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan juga memaparkan pengembangan ekosistem jaringan dan sistem pengawasan (surveillance) yang terintegrasi dengan kecerdasan artifisial (AI).
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap layanan cloud, AI, serta semakin banyaknya perangkat yang terhubung dalam satu jaringan. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap konektivitas yang stabil dan dapat diandalkan semakin besar, terutama pada lingkungan bisnis dengan kepadatan perangkat tinggi.
TP-Link APAC B2B Summit 2026 berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre dengan mengusung tema âTogether We Connect the Futureâ. Acara tersebut diikuti 1.489 peserta dari 18 negara dan wilayah di Asia Pasifik untuk membahas perkembangan teknologi jaringan, AI, serta arah konektivitas di kawasan tersebut.
âTeknologi berkembang lebih cepat dari sebelumnya, mulai dari AI dan AI agents hingga Wi-Fi 7 dan kini Wi-Fi 8. Perkembangan ini mengubah cara manusia, bisnis, dan berbagai industri terhubung,â ujar Brian Dong, Vice President TP-Link Asia-Pacific melalui keterangannya pada Selasa (15/9).
Wi-Fi 8 Masih dalam Tahap Pengembangan Standar
Wi-Fi 8 merupakan istilah yang digunakan industri untuk merujuk pada pengembangan IEEE 802.11bn, yang secara resmi diberi nama Ultra High Reliability (UHR). Standar ini merupakan pengembangan dari keluarga standar IEEE 802.11 dan berfokus pada peningkatan keandalan koneksi jaringan nirkabel.
Per September 2026, IEEE 802.11bn masih berada dalam proses standardisasi dan belum menjadi standar final. IEEE 802.11 Working Group mencatat bahwa draft 2.0 dari proyek tersebut telah melewati working group initial ballot pada 2 September 2026 dengan tingkat persetujuan 76,5 persen. Tahap berikutnya masih mencakup penyelesaian komentar dan proses persetujuan lanjutan.
Karena itu, perangkat yang diperkenalkan sebagai Wi-Fi 8 saat ini perlu dipahami sebagai produk yang mengadopsi teknologi atau fitur yang dikembangkan untuk generasi Wi-Fi berikutnya, bukan sebagai produk yang telah menggunakan standar IEEE 802.11bn final.
Fokus 802.11bn juga menunjukkan arah perkembangan Wi-Fi yang tidak semata mengejar kecepatan transfer data. Dokumen proyek IEEE menetapkan sasaran peningkatan throughput, pengurangan latensi (latency), serta pengurangan kehilangan paket (packet loss) pada kondisi tertentu dibandingkan kemampuan generasi sebelumnya. Salah satu tujuan utamanya adalah menghadirkan koneksi yang lebih andal, terutama pada lingkungan dengan jaringan yang saling beririsan dan perangkat yang padat.
Wi-Fi 8 Fokus pada Stabilitas Koneksi
Sejalan dengan arah pengembangan tersebut, TP-Link mengembangkan Wi-Fi 8 dengan penekanan pada stabilitas dan keandalan koneksi, bukan hanya peningkatan performa.
Menurut TP-Link, teknologi tersebut mengandalkan Wi-Fi 8 StabilityEngine yang dirancang untuk membantu memperluas jangkauan, mengelola kepadatan lalu lintas jaringan (congestion), serta mengurangi gangguan sinyal (interference).
Pendekatan tersebut ditujukan agar kualitas koneksi tetap lebih konsisten ketika jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan meningkat.
Dalam acara tersebut, TP-Link memperkenalkan Archer 8 Ultra dan Deco 8 Ultra sebagai bagian dari portofolio Wi-Fi 8. Perusahaan juga memberikan gambaran awal mengenai platform Omada Wi-Fi 8 kepada mitra bisnis di kawasan Asia Pasifik.
Untuk spesifikasi produk secara lebih rinci dan informasi mengenai ketersediaan komersial, TP-Link menyatakan pengumuman akan disampaikan melalui kanal regional perusahaan.
Networking dan Surveillance dalam Satu Ekosistem
Selain Wi-Fi 8, TP-Link memperluas portofolio solusi bisnis melalui Fusion Pro Series. Seri tersebut mengintegrasikan infrastruktur jaringan dengan sistem surveillance dalam satu ekosistem.
Fusion Pro menggabungkan Omada Network SDN dan Omada Guard VMS, sehingga pengelolaan jaringan dan sistem pengawasan dapat dilakukan melalui satu platform.
Portofolio tersebut mencakup Fusion 2.5G serta keluarga Fusion Gateway yang terdiri atas Fusion, Fusion Pro, dan Fusion Max Series.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan TP-Link untuk menyatukan berbagai kebutuhan infrastruktur teknologi perusahaan. Jaringan tidak hanya digunakan sebagai sarana konektivitas, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan perangkat dan keamanan operasional.
Siapkan Aliansi Pengembang Aplikasi AI
TP-Link juga memaparkan rencana membentuk Omada-VIGI AI Application Developer Alliance yang akan melibatkan perusahaan AI, pengembang independen, dan mitra teknologi.
Melalui aliansi tersebut, teknologi jaringan dan surveillance TP-Link akan dihubungkan dengan berbagai aplikasi AI yang dikembangkan para mitra. Perusahaan menyebut penerapannya dapat diarahkan ke berbagai sektor, mulai dari ruang kelas, ritel, pabrik, hingga industri perhotelan.
âDengan menggabungkan networking, surveillance, dan AI, kami melihat peluang untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu bisnis menghadapi kebutuhan operasional yang semakin kompleks,â kata Brian.
Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan arah pengembangan infrastruktur jaringan, dari sekadar menyediakan koneksi menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang dapat mendukung kebutuhan operasional dan analisis berbasis AI.
TP-Link dan Varnion Perkuat Kolaborasi di Indonesia
Pengembangan teknologi di kawasan Asia Pasifik juga diikuti kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia. Omada by TP-Link Indonesia dan PT Varnion Technology Semesta (Varnion) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kuala Lumpur pada 15 September 2026.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat riset dan pengembangan solusi konektivitas generasi berikutnya bagi sektor hospitality dan enterprise di Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, Varnion memperoleh akses terhadap perangkat terbaru serta dukungan dari tim pengembangan Omada untuk mendukung proses riset, pengujian, dan pengembangan produk maupun layanan.
Kolaborasi ini juga membuka ruang untuk mengeksplorasi penerapan teknologi konektivitas generasi berikutnya berdasarkan kebutuhan operasional pelanggan di Indonesia.
Melalui pengembangan Wi-Fi 8, integrasi jaringan dan surveillance, serta rencana pengembangan ekosistem aplikasi AI, TP-Link berupaya memperluas portofolio solusi konektivitas untuk sektor bisnis di Asia Pasifik.
âKami percaya bahwa teknologi dapat bersifat global, tetapi layanan harus tetap lokal. Kami akan terus tumbuh bersama partner, pelanggan, dan institusi di seluruh Asia Pasifik,â ujar Brian.
- TP-Link
- Teknologi AI
- Asia Pasifik
- Varnion
- Networking
- konektivitas
- Omada
- Wi-Fi 8
- Artificial Intelligence
- IEEE 802.11bn
- Teknologi Networking
- Surveillance
- VIGI
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Harta Koruptor Jadi Sorotan, DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026
-
Harga Emas pada Kamis (20/8) Galeri24, Antam, UBS di Pegadaian Serempak Naik
-
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
-
Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah
-
Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.