Kawasan Blok M Jadi Magnet Baru Wisatawan Mancanegara di Jakarta, Tren Kuliner Jadi Daya Tarik

Selasa, 15 Sep 2026, 19:23 WIB

JAKARTA - Kawasan Blok M di Jakarta Selatan menjadi sorotan Kementerian Pariwisata dikarenakan wisatawan asing saat ini mulai gemar mengunjunginya sebagai salah satu destinasi favorit untuk dikunjungi ketika berada di Ibu Kota.

"Blok M ini bukan saja terkenal di kalangan gen Z dan milenial dan masyarakat pada umumnya, tetapi, juga sampai ke mancanegara," kata Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy di Jakarta, Selasa (15/9).

Ket. Foto: Warga mengunjungi kawasan bawah tanah di Blok M Hub, Jakarta. Kawasan bawah tanah Blok M Hub yang sempat mati suri, kini mulai ramai pengunjung setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menghidupkan fungsi ekonomi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) tersebut dengan memberikan biaya sewa gratis kios. — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

Made mengatakan Blok M saat ini menjadi sebuah destinasi yang cukup diminati oleh wisatawan asing untuk berburu aneka macam hidangan kekinian, termasuk berbagai makanan penutup yang memiliki penampilan visual lucu dan menarik untuk dicoba, termasuk camilan tradisional yang diolah menjadi kekinian.

Blok M juga dinilainya masuk menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang paling atas (top of the list) dan harus dikunjungi karena seluruh tren kuliner sedang berpusat di kawasan itu.

Tren ini, kata Made, sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa 58,34 persen dari wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi. Wisatawan asal Malaysia menjadi pengunjung dari negara lain yang terpantau banyak mengunjungi Blok M.

"Mungkin (pihak lain) sudah terpapar algoritmanya di Threads, Instagram, di TikTok, pasti akan mendapatkan laporan-laporan betapa testimoni dari wisatawan Malaysia itu datang ke Indonesia," ucap dia.

Menurut Made, hal itu  menjadi sinyal yang baik bagi industri kuliner di Indonesia karena dapat tumbuh dan memperkuat pemasukan negara serta meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri.

"Ini membuktikan bahwa elemen gastronomi di dalam sebagai daya tarik ya atau bagian dari journey dan perjalanan itu sangat tinggi," kata Made.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Hafiz Agung Rifai menambahkan Kementerian Pariwisata ingin menjadikan Jakarta sebagai hub gastronomi yang terhubung dengan destinasi di daerah lainnya.

"Kita ingin menjadikan Jakarta itu sebagai hub gastronomi yang nanti akan terhubung ke destinasi-destinasi di daerah kuliner lainnya seperti Yogyakarta, Solo, atau Bali. Jadi, semua terhubung dalam satu jalur wisata kuliner sekarang kita akan masuk ke menarik wisatawan ke daerah," kata dia.

Hafiz turut berharap dalam jangka panjang gastronomi dapat menjadi pilar utama yang menunjang pertumbuhan pariwisata di Indonesia.

"Tidak hanya sekadar sebagai pelengkap perjalanan, tapi, juga sebagai alasan utama kenapa wisatawan membuat Indonesia sebagai destinasi tujuan wisata mereka," kata dia menambahkan. Ant

  • Kawasan Blok M

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.