- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Kebal Krisis Pangan...
Russia Kebal Krisis Pangan Meski Selat Hormuz Ditutup
Selasa, 15 Sep 2026, 19:27 WIBMOSKOW - Russia tidak menghadapi ancaman krisis pangan yang disebabkan blokade Selat Hormuz karena pasokan pangan di dalam negeri sudah lebih dari cukup, kata Oleg Kobyakov, Kepala Kantor Penghubung Organisasi Pangan PBB (FAO) di Russia, kepada RIA Novosti.
"Pasar Russia tidak berisiko. Ini bukan hanya pendapat saya, tetapi konsensus di kalangan pakar Russia, pasar memiliki pasokan yang sangat melimpah di semua kategori produk," kata Kobyakov saat ditanya mengenai dampak situasi di Selat Hormuz terhadap pasokan ke Rusia.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, hingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Kemudian, pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan, meskipun setelah itu kedua pihak kembali saling serang. Hingga kini, konflik antara AS dan Iran masih belum terselesaikan.
Eskalasi konflik tersebut telah menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur utama perdagangan global minyak dan gas alam cair, hampir terhenti total sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia. Ant
- Russia
- russian ruble
- selat hormuz
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
KPK Geledah dan Periksa Kontraktor Adi Sumarta di Tanah Patah Bengkulu.
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
Semester I 2026: MDLA Cetak Laba Rp226 Miliar, Tumbuh Double Digit!
-
Iran Usulkan Rencana untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dalam 7 Hari
-
BPBD Sumut: Dua Kecamatan di Nias Barat Terendam Banjir
-
Pemkab Sumedang Integrasikan Data untuk Perkuat Penyaluran Bansos
-
Hari Jadi Karawang, Karangan Bunga Diganti dengan Bibit Pohon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.