Dinkes Madiun Meminta Warga Mewaspadai ISPA di Cuaca Kering dan Berdebu
Selasa, 15 Sep 2026, 23:47 WIBMadiun - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur meminta masyarakat mewaspadai gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat puncak musim kemarau berlangsung kering dan berdebu.
Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKP-UKM) Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto di Madiun, Selasa, mengatakan curah hujan yang minim membuat debu jalan dan partikel tanah lebih mudah beterbangan.
"Debu halus dan asap kendaraan dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Pada orang yang memiliki penyakit seperti asma, kondisi ini dapat memperberat keluhan," ujarnya.
Sesuai data, sepanjang JanuariâAgustus 2026, fasilitas kesehatan milik daerah setempat mencatat terdapat 21.776 kasus ISPA di Kota Madiun.
Dia menjelaskan pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena tergolong rentan.
Risiko gangguan pernapasan juga perlu diperhatikan pada kelompok rentan di antaranya balita, anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Dinkes PPKB Kota Madiun memperkuat pemantauan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Seluruh puskesmas juga disiagakan dengan memastikan kesiapan tenaga medis, alur pemeriksaan, serta ketersediaan obat dan masker.
Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di kawasan berdebu maupun memiliki tingkat polusi tinggi.
Ia menambahkan kebutuhan cairan juga perlu dicukupi serta diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur.
Selain itu, rajin mencuci tangan dan beristirahat cukup juga perlu dilakukan.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit tersebut seperti demam, batuk, dan nyeri otot.
Jika mengalami gejala serius, hendaknya warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pengobatan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kevin Diks dan Jay Idzes Dipuji Ole Romeny, Ternyata Ini yang Membuat Mereka Istimewa
-
Bulog Jabar Jamin Stok Beras Mencukupi hingga Awal Tahun 2027
-
Kasus ISPA Ditemukan di Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla
-
Indonet Gabungkan Layanan Internet dan AI Credit untuk Dukung Aktivitas Bisnis
-
Siaga Darurat Kekeringan, Status yang Ditetapkan Pemkab Lombok Tengah
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Waspada Serangan Balik Singapura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.