Lamine Yamal Yakin Sabet Ballon d'Or 2026, Percaya Diri Kalahkan Mbappe dan Kane

Senin, 14 Sep 2026, 19:00 WIB

JAKARTA – Lamine Yamal secara terbuka menyebut dirinya layak memenangkan Ballon d’Or 2026 setelah daftar 30 pemain nominasi penghargaan tersebut diumumkan. Bintang muda Barcelona itu juga menilai Kylian Mbappe sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang menjadi pesaing terkuatnya.

Persaingan menuju penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut semakin menarik karena sejumlah pemain memiliki catatan luar biasa sepanjang musim 2025-2026. Selain Yamal dan Mbappe, striker Bayern Munich, Harry Kane, juga muncul sebagai kandidat kuat berkat produktivitas golnya yang sangat tinggi.

Ket. Foto: Lamine Yamal secara terbuka menyebut dirinya layak memenangkan Ballon d’Or 2026 setelah daftar 30 pemain nominasi penghargaan tersebut diumumkan. Bintang muda Barcelona itu juga menilai Kylian Mbappe sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang menjadi pesaing terkuatnya. — Sumber: Sports Illustrated

Yamal yang kini berusia 19 tahun tampil impresif bersama Barcelona sepanjang musim lalu. Ia mencatatkan 24 gol dan 18 assist sekaligus membantu Barcelona meraih gelar La Liga dan Piala Super Spanyol.

Performa Yamal tidak hanya terlihat di level klub karena ia juga menjadi bagian dari perjalanan Spanyol di Piala Dunia musim panas ini. Meski perannya dalam keberhasilan Spanyol tidak sebesar kontribusinya bersama Barcelona, pencapaian tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam persaingan Ballon d’Or.

Ketika ditanya mengenai siapa yang pantas menerima penghargaan tersebut, Yamal tidak ragu menyebut dirinya sebagai kandidat yang layak. Ia juga mengakui bahwa persaingan dengan Mbappe menjadi salah satu perdebatan utama dalam perebutan penghargaan tahun ini.

“Kepada siapa saya akan memberikannya? Kepada yang terbaik di dunia. Kepada siapa mereka akan memberikannya? Itu adalah diskusi yang sangat panjang,” kata Yamal kepada Movistar+.

Yamal kemudian menegaskan bahwa dirinya dan Mbappe merupakan dua pemain terbaik dunia dalam pandangannya. Kepercayaan diri tersebut sekaligus menunjukkan ambisi besar pemain muda Barcelona itu untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini.

“Sejujurnya saya pikir mungkin ada dua dari kami yang terbaik di dunia. Dan saya pikir saya pantas mendapatkannya tahun ini karena apa yang telah saya menangkan. Karena bagi saya, Mbappe dan saya adalah dua yang terbaik di dunia,” ujar Yamal.

Dukungan terhadap Yamal juga datang dari jajaran Barcelona. Wakil Presiden Barcelona Rafa Yuste menilai pemain muda tersebut memiliki pengaruh besar, bukan hanya melalui kemampuannya di lapangan, tetapi juga karena mampu menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di seluruh dunia.

Yuste bahkan berharap penghargaan Ballon d’Or diberikan berdasarkan pencapaian yang dianggapnya pantas diraih Yamal. Menurutnya, kontribusi dan konsistensi sang pemain membuat Yamal layak mendapatkan pengakuan besar dalam penghargaan tersebut.

“Lamine Yamal adalah seorang anak muda yang memberikan banyak harapan kepada kaum muda di seluruh dunia. Dia memiliki bakat luar biasa di usianya, sudah bertahun-tahun sejak saya melihat pemain seperti dia,” kata Yuste.

Di sisi lain, persaingan Yamal dan Mbappe ternyata tidak otomatis menjadikan keduanya sebagai favorit utama. Harry Kane justru tengah memimpin jajak pendapat setelah menjalani musim 2025-2026 dengan catatan gol yang sangat impresif.

Kane tercatat mencetak 73 gol untuk klub dan negaranya sepanjang musim tersebut. Produktivitas itu membuat penyerang Bayern Munich tersebut menjadi salah satu kandidat paling serius menjelang acara penghargaan yang akan berlangsung bulan depan.

Selain catatan individu, keberhasilan Bayern Munich juga menjadi faktor yang dapat memperkuat peluang Kane. Ia membantu klub tersebut meraih treble domestik dan mencapai semifinal Liga Champions, sekaligus menjadi peraih Sepatu Emas Eropa.

Kane juga tampil penting dalam perjalanan Bayern di Liga Champions. Ia mencetak gol dalam dua leg pertandingan melawan Paris Saint-Germain pada babak semifinal, meskipun Bayern akhirnya gagal melaju ke final dan PSG kemudian menjadi juara.

Sementara itu, Mbappe menghadapi situasi yang berbeda dibandingkan Yamal dan Kane. Penyerang Real Madrid tersebut mengakhiri musim tanpa trofi, tetapi tetap memiliki pencapaian individu yang sangat kuat, termasuk memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Persaingan Ballon d’Or 2026 akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol atau popularitas pemain. Keberhasilan klub dan tim nasional juga menjadi salah satu pertimbangan penting yang dapat menentukan siapa yang berada di posisi teratas saat hasil akhir penghargaan diumumkan.

Yamal memiliki keunggulan berupa usia muda, kontribusi besar untuk Barcelona, serta prestasi bersama klub dan tim nasional. Mbappe mengandalkan konsistensi dan catatan individunya, sedangkan Kane memiliki produktivitas gol sekaligus pencapaian tim yang membuat persaingan ketiganya semakin sulit diprediksi.

Dengan tiga nama tersebut berada dalam persaingan, Ballon d’Or 2026 dipastikan menjadi salah satu penghargaan yang menarik perhatian penggemar sepak bola dunia. Pernyataan percaya diri Yamal juga membuat rivalitasnya dengan Mbappe semakin panas, meski keduanya tetap saling memberikan apresiasi atas kemampuan masing-masing.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.