Ratusan Penumpang KM Virgo Transport 8 Lenyap di Laut Jawa, Nasib Sekeluarga dari Kediri Ini Masih Misteri
Senin, 14 Sep 2026, 18:20 WIBKEDIRI -Â Insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari menyisakan duka mendalam. Dari 128 penumpang yang hingga kini masih dalam pencarian Basarnas, empat di antaranya merupakan satu keluarga asal Kelurahan Bujel, Kota Kediri, Jawa Timur.
Rombongan keluarga tersebut diketahui tengah menempuh perjalanan laut menuju Banjarmasin untuk merantau mencari pekerjaan sebelum kapal dilaporkan miring dan tenggelam secara tragis tanpa peringatan alarm.
Lurah Bujel I Wayan Yudianna mengatakan salah satu warga, Winarsih, tercatat dalam daftar kapal tersebut. Winarsih diketahui berangkat bersama suami dan dua orang anaknya menuju Kalimantan, sehingga total ada empat orang.
"Benar, salah satu warga kami atas nama Winarsih masuk dalam daftar yang ada di kapal Virgo yang tenggelam. Beliau berangkat bersama suami dan dua orang anaknya," kata Yudianna di Kediri, Senin.
Ia mengatakan keluarga Winarsih hingga kini masih menunggu informasi mengenai keberadaan keempat anggota keluarga tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung.
Yudianna mengatakan petugas identifikasi Polres Kediri Kota juga telah mendatangi rumah keluarga korban pada Minggu (13/9) malam untuk menyampaikan informasi terkait kejadian tersebut sekaligus meminta sejumlah dokumen yang diperlukan dalam proses identifikasi.
Keluarga korban, kata dia, telah membawa sejumlah dokumen ke Surabaya untuk diserahkan kepada tim identifikasi. Salah satu dokumen yang dibutuhkan berupa ijazah untuk mendukung proses identifikasi, termasuk pencocokan data sidik jari.
"Untuk tes DNA ini masih menunggu dari tim identifikasi yang ada di Surabaya," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kelurahan Bujel juga telah mendatangi keluarga korban untuk memastikan kebutuhan mereka selama proses pencarian dan identifikasi.
Dari kelurahan menyatakan siap membantu, termasuk apabila keluarga membutuhkan dukungan transportasi untuk keperluan identifikasi di Surabaya.
Pemerintah Kelurahan Bujel juga terus berkoordinasi dengan keluarga dan memantau informasi dari pihak terkait.
Sementara itu, salah seorang keluarga korban, Sigit Sugiarto mengatakan keempat anggota keluarganya itu berangkat menuju Kalimantan karena salah seorang anggota keluarga akan bekerja di daerah tersebut.
Keluarga pertama kali memperoleh informasi mengenai kejadian itu dari rekan yang menjadi tujuan mereka di Banjarmasin.
"Masih simpang siur menunggu berita. Kami dapat informasinya itu dari Banjarmasin," kata dia.
Keluarga berharap ada kabar yang baik dan mereka bisa secepatnya ditemukan.
Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 Wita tanpa alarm maupun pemberitahuan sebelum akhirnya tenggelam.
Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 115 korban telah ditemukan, terdiri atas 109 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 115 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia, satu korban tiba di Lanud Syamsudin Noor, serta 28 korban lainnya masih proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
Basarnas juga mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), meliputi 11 kapal, satu helikopter dan tiga pesawat.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang dikerahkan mencakup kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian, serta empat KRI TNI AL.
Sementara untuk pencarian melalui udara, Basarnas mendapat dukungan pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan BNPB yang mulai diperbantukan dalam operasi.
- kapal tenggelam
- basarnas
- km virgo transport 8
- laut jawa
- kecelakaan laut
- perairan masalembo
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.