Kemarau Panjang Ganggu Pasokan, Harga Ketimun Gorontalo Meroket

Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIB

GORONTALO – Kemarau panjang akibat dampak fenomena El Nino telah berdampak meluas, terutama di sektor pertanian.

Kemarau panjang memicu kenaikan harga ketimun buah dan ketimun sayur di pasar-pasar tradisional Provinsi Gorontalo, akibat minim pasokan.

Ket. Foto: Komoditas ketimun buah di pasar tradisional Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Musim kemarau memicu kenaikan harga ketimun buah dan ketimun sayur, Senin (14/9/2026). — Sumber: ANTARA/Susanti Sako

"Saat ini stok ketimun sulit dicari, baik ketimun buah maupun ketimun sayur atau labu siam atau di tingkat lokal disebut ketimun jepang," kata pedagang sayuran Harman di Gorontalo, Senin (14/9).

Biasanya pemasok akan datang langsung memasok ketimun di pasar-pasar tradisional, namun saat ini ia mengaku harus mencari stok sampai ke luar daerah.

Ia mengatakan harga ketimun buah naik drastis dari Rp100 ribu per karung ukuran 50 kilo gram, naik tajam menjadi Rp450 ribu per karung.

Biasanya, kata dia, selalu membeli ketimun buah minimal dua sampai tiga karung di setiap hari pasar tradisional berlangsung.

Sama halnya dengan ketimun sayur yang naik di kisaran Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per buah dari Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per buah.

Harman mengaku menjadi pedagang sayur berpindah (nomaden) dari pasar tradisional satu ke lainnya, atau tergantung hari pasar berlangsung.

Meski mahal kata dia, permintaan ketimun tetap ada.

Karena itu, sebagai pedagang sayur segar, ia harus berupaya menyiapkan komoditas tersebut meski stok dikurangi.

Stok di tingkat lokal (Gorontalo), komoditas ketimun sulit diperoleh bahkan sepanjang musim kemarau ini, ia mengaku terpaksa harus mencari di daerah lain, seperti Minahasa, Sulawesi Utara.

Harman mengatakan paling sering mengisi hari-hari berjualan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Ia mengaku rata-rata pembeli juga mengeluhkan tingginya harga ketimun.

"Kalau dijual ecer, harga ketimun buah mencapai Rp15 ribu per buah untuk ukuran besar dan Rp10.000 sampai Rp12 ribu per buah untuk ukuran kecil dan sedang," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan stok sayuran mengalami penurunan di musim kemarau.

Harga pun naik cukup signifikan atau mencapai dua kali lipat, seperti harga ketimun, kentang, wortel, dan sayuran hijau lainnya.

Pihaknya terus memantau ketersediaan komoditas pangan di daerah itu, termasuk sayuran yang umumnya dipasok dari luar Gorontalo.

  • Kemarau Panjang
  • timun

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.