Melestarikan Lingkungan dengan Menanam 70 Ribu Mangrove di Sulsel
Kamis, 20 Agu 2026, 22:57 WIBMaros - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui penanaman mangrove di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
"Ini bagian dari program CSR bersama Kantor Region V PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), juga mendukung program InJourney Green untuk keberlanjutan lingkungan dan pengembangan ekowisata," kata Regional CEO PT Angkasa Pura Indonesia Region V, Handy Heryudhitiawan, di Maros, Kamis.
Dia mengatakan InJourney Green bukan sekadar program penanaman pohon, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia menyebut kawasan yang dikembangkan memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan sekitar lima hektare di antaranya saat ini telah mulai ditanami mangrove.
Melalui program InJourney Green, Kantor Region V menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan Kabupaten Maros. Sementara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin melalui program InJourney Airports Alam Lestari memberikan dukungan 60.000 bibit mangrove.
Dengan dukungan tersebut, total bibit mangrove yang disiapkan mencapai 70.000 bibit. Penanaman diharapkan membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga habitat berbagai biota, serta meningkatkan kualitas lingkungan.
Selain penanaman mangrove, Bandara Sultan Hasanuddin melalui program InJourney Airports Peduli Fasilitas juga memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan ekowisata di Desa Ampekale, Kabupaten Maros.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pengembangan kawasan mangrove perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dia mengharapkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi ruang hijau untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga berkembang menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Maros.
Program pengelolaan lingkungan tersebut juga berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Pengelolaan habitat dan populasi satwa di sekitar kawasan operasional bandara dilakukan untuk mengendalikan potensi wildlife hazard yang dapat mengganggu operasional penerbangan.
Ke depan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan, sehingga kawasan pesisir Maros dapat terjaga sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Fasilitas 'High Class'! Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Dibuka Juli 2026
-
Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA
-
Kelompok Garis Keras Iran Memperingatkan Potensi Kudeta saat Gencatan Senjata dengan AS Berada Di Bawah Tekanan
-
Cegah Abrasi Wilayah Pesisir, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Mangrove
-
Wamenaker Tegaskan Perjanjian Kerja Bersama Kunci Hubungan Industrial yang Sehat.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.