BATIC 2026 Bali: TelkomGroup Dorong Transformasi Konektivitas Menuju Era Infrastruktur Berbasis AI
Selasa, 01 Sep 2026, 20:20 WIBJAKARTA - Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 kembali menjadi ajang pertemuan para pemimpin dan pelaku industri digital global untuk membahas perkembangan ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik. Konferensi yang diselenggarakan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), berlangsung pada 24â28 Agustus 2026 di Bali.
Mengusung tema âUniting Ecosystem to Drive Connected Progressâ, BATIC 2026 diikuti lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan yang berasal dari 67 negara. Gelaran tersebut juga melibatkan 72 sponsor dan exhibitor serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan yang dijadwalkan melalui aplikasi BATIC.
Rangkaian konferensi utama BATIC 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan sejumlah pemimpin industri dan pemangku kepentingan. Pada hari pertama, konferensi dibuka oleh Senior Managing Director Teneo Sam Evans yang membahas peran jaringan generasi berikutnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini kemudian menyampaikan keynote bertajuk âEmpowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growthâ. Dalam paparannya, Dian menekankan pentingnya jaringan canggih, otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta infrastruktur digital untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru.
"Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan," ujar Dian.
Dian juga menjelaskan strategi transformasi TelkomGroup melalui TLKM 30 di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi. Strategi tersebut memiliki empat pilar utama yang dijalankan secara berkesinambungan, yakni operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.
"Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan," kata Dian.
Menurut Dian, transformasi tersebut juga harus diikuti kemampuan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perkembangan industri yang berlangsung semakin cepat. Salah satunya melalui pengembangan struktur organisasi yang lebih agile agar TelkomGroup tetap relevan dan resilien menghadapi perubahan.
Pembahasan BATIC 2026 kemudian berlanjut pada kebutuhan investasi dan kolaborasi untuk membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang semakin kuat. Adopsi AI pada skala enterprise juga menjadi perhatian, terutama terkait bagaimana teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur.
Selain itu, para peserta membahas perkembangan komunikasi masa depan serta evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang lebih cerdas. Pengembangan tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi AI.
Di luar konferensi utama, Telin bersama GLF juga menggelar Leadership Summit tertutup yang mempertemukan para eksekutif C-level. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, hingga kebutuhan energi untuk mendukung pengembangan infrastruktur berbasis AI.
Memasuki hari kedua, diskusi BATIC 2026 berfokus pada peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah dalam sesi Ministerial Keynote menyoroti pentingnya penguatan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI.
"Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan," jelas Edwin Hidayat.
Menurut Edwin, pengembangan ekosistem digital membutuhkan infrastruktur yang kuat, aman, dan inklusif. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat juga dinilai penting agar perkembangan teknologi dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Sejumlah isu lain turut dibahas dalam rangkaian BATIC 2026, termasuk perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital di kawasan Asia Pasifik. Perkembangan Bring Your Own IP Address (BYOIP) juga menjadi salah satu topik strategis bagi penyedia cloud, konektivitas, dan data center.
Ruang kolaborasi BATIC 2026 diperluas melalui berbagai side events, seperti Mplify's APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, Closed-door Leadership Summit, MNV Session, i3Forum's Industry Perspectives, TM Forum Workshop, dan Mplify's Southeast Asia Council Meeting. Berbagai kegiatan tersebut membahas Composable IT, Trustworthy AI, Autonomous Networks, data center berbasis AI, hingga perkembangan ekosistem mobile dan intelligent engagement.
Semangat kolaborasi juga diwujudkan melalui sejumlah kemitraan strategis yang ditandatangani selama penyelenggaraan BATIC 2026. Telin menandatangani Letter of Intent dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas, Manifesto Open API & Open Digital Architecture bersama TM Forum, serta sejumlah Memorandum of Understanding dengan SM+, GTI, dan Mitratel.
CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan BATIC menjadi wadah bagi ekosistem digital untuk mengubah pertukaran gagasan menjadi kerja sama yang lebih konkret. Menurutnya, perkembangan konektivitas menuju era berbasis AI membutuhkan kolaborasi lintas infrastruktur, teknologi, dan bisnis.
âBATIC adalah platform tempat seluruh ekosistem digital berkumpul untuk mengubah diskusi menjadi kolaborasi yang bermakna,â ujar Abdul Rahman.
Ia menambahkan, industri digital perlu membangun fondasi yang tangguh, skalabel, dan inklusif untuk menghadapi perkembangan teknologi ke depan. Melalui BATIC, Telin berkomitmen memperkuat konektivitas sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem digital di Asia Pasifik.
BATIC 2026 juga digelar di tengah proses pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk solidaritas, penyelenggara menyiapkan donasi sebesar USD10.000 yang dihimpun dari pendapatan registrasi dan sponsorship untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian BATIC 2026 di luar agenda industri dan teknologi. Penyaluran donasi menunjukkan bahwa forum digital tersebut juga berupaya membawa semangat kolaborasi ke dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan delegasi dan keterlibatan perusahaan dari puluhan negara, BATIC 2026 memperkuat posisinya sebagai salah satu forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri digital. Pembahasan mengenai konektivitas, cloud, AI, data center, hingga infrastruktur digital menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem teknologi yang semakin terhubung di kawasan Asia Pasifik.
- Bali
- Bali Annual Telkom International Conference (BATIC)
- Telin
- TelkomGroup
- Telkom Indonesia
- TLKM 30
- Transformasi Digital
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
RI Butuh Lebih Banyak Wirausaha untuk Maju
-
Vivere Group Gandeng Rimini Street untuk Perkuat Sistem SAP dan Transformasi Digital
-
Turis Swiss di Bali Dihukum 1 Tahun Penjara karena Posting Saat Langgar Aturan Keluar Hotel pada Hari Raya Nyepi
-
Disertifikasi KKP! Benih Kerapu & Bandeng Bali Laris Manis Tembus 4 Negara
-
Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.