- Home
-
- Megapolitan
-
- Angin Kencang Halangi Pema...
Angin Kencang Halangi Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin
Jumat, 03 Jul 2026, 03:28 WIBTANGERANG â Untuk mempercepat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, dilakukan melalui darat dan udara secara simultan. Hanya kendalanya masih seperti angin kencang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan operasi pemadaman darat dan udara di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Lembaga itu membuka jalur khusus guna memudahkan mobil pemadam kebakaran menerobos gunungan sampah ke titik api.
âKami membuat jalan terobos guna menembus ke titik api,â ujar Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang, Kamis.
Dia menyatakan bahwa kecepatan angin di TPA Jatiwaringin menjadi kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di lokasi tersebut.
Kendala sebenarnya tinggal angin. Di lokasi ini sejak dua hari lalu anginnya cukup kencang. Namun, kemarin sudah mulai melandai. Untuk mempercepat proses pemadaman di jalur darat tersebut, kata dia, dilakukan upaya penambahan armada mobil pemadam dan bantuan dari lintas sector. Kini ada 10 kendaraan pemadam.
Kemudian, lanjutnya, optimalisasi penyiraman air dari udara menggunakan helikopter water bombing.  Ini  dilakukan agar kobaran api yang tidak terjangkau darat dapat dikendalikan.
âKita terus mengoptimalkan pemadaman termasuk menggunakan dua helikopter. Begitulah upaya-upaya menyelesaikan pemadaman di TPA Jatiwaringin,â katanya.
Helikopter akan dimaksimalkan guna meminimkan kobaran api yang masih tersebar di puncak tumpukan sampah tersebut. Sayang heli hanya beroperasi satu jam. Jadi, belum bisa maksimal.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menambahkan, sejak kebakaran sampah di TPA ÂJatiwaringin Selasa (30/6) lalu, hingga kini Kamis (2/7), Âpemerintah daerah terus mengoptimalkan pemadaman api.
Namun demikian, dibandingkan hari sebelumnya, kini situasi kebakaran terbilang mulai melandai. Bahkan, sebaran asap yang menyelimuti kawasan TPA juga dilaporkan sudah mulai menipis.
Di samping itu, dia telah meningkatkan status penanggulangan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, dari siaga menjadi tanggap darurat guna mengoptimalkan upaya penanganan di lapangan.
Peningkatan status itu ditetapkan berdasarkan hasil rapat evaluasi penanggulangan bencana kebakaran TPA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta instansi terkait. Bupati juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak mendekat ke lokasi TPA Jatiwaringin. Sebab banyak warga menonton proses pemadaman menggunakan helikopter.
âJadi lokasi kebakaran ini tidak satu hamparan, tetapi per titik. Saat ini yang terbakar kurang lebih mencapai tujuh hektare. Untuk itu, masyarakat jangan mendekat karena berbahaya,â ujar Maesyal Rasyid. Ant/G-1
- Angin Kencang
- Kebakaran
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kekeringan Mulai Melanda Kabupaten Garut
-
Cetak Rekor Bersejarah! Jannik Sinner Hancurkan Lawan di Wimbledon Tanpa Drama Lima Set
-
RAPBN 2027 Disepakati, Pemerintah dan DPR Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi
-
Qatar Langsung Setop Aktivitas Laut Imbas Satu Warga Tewas Terkena Ledakan Militer
-
Petaka Tengah Malam: Kandang Terbakar 3.100 Ayam Hangus, Peternak Tulungagung Rugi Ratusan Juta
-
Bikin Publik Inggris Gigit Jari, Duet Maut Janice/Aldila Guncang Wimbledon 2026!
-
Brasil Waspadai Catatan Buruk Kontra Norwegia, Ancelotti Bidik Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.