- Home
-
- Megapolitan
-
- Investasi Jakarta Tembus R...
Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Pramono: Menyumbang 17,2 Persen Nasional!
Senin, 14 Sep 2026, 20:10 WIBJAKARTA â Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat daya tarik investasi dengan membenahi pelayanan publik, menyederhanakan perizinan, serta memberikan kepastian kepada para pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai ikut mendorong pertumbuhan investasi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan perkembangan tersebut saat menghadiri Jakarta Investment Award (JIA) 2026 bertajuk âInvesting in a Global, Green, and Resilient Jakartaâ di Hotel The Westin Jakarta, Senin (14/9). Dalam kesempatan itu, Pramono memaparkan capaian investasi Jakarta sekaligus berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang semakin kompetitif.
Menurut Pramono, realisasi investasi Jakarta mengalami peningkatan cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir. Nilainya naik dari Rp103,3 triliun pada 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada 2025.
Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi Jakarta telah mencapai Rp173,6 triliun. Angka tersebut memberikan kontribusi sebesar 17,2 persen terhadap keseluruhan investasi nasional pada periode yang sama.
âRealisasi investasi Jakarta meningkat signifikan dari Rp103,3 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada tahun 2025. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp173,6 triliun atau berkontribusi 17,2 persen terhadap total investasi nasional. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen,â ujar Pramono.
Pertumbuhan investasi tersebut dinilai menjadi gambaran meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berupaya mempertahankan kepercayaan tersebut dengan menciptakan lingkungan usaha yang terbuka, responsif, dan memberikan kepastian bagi investor.
Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov DKI adalah melakukan reformasi terhadap pelayanan perizinan. Melalui Pergub Nomor 11 Tahun 2026, pemerintah memberikan kepastian waktu penyelesaian sejumlah layanan perizinan, termasuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dengan batas waktu paling lama 15 hari.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembenahan layanan dasar yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Pramono mengatakan pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak hanya dilakukan melalui proyek besar, tetapi juga dimulai dari penyelesaian berbagai persoalan yang lebih mendasar.
âSebagai gubernur, saya melakukan berbagai terobosan untuk bisa mencapai 50 kota besar global dunia. Faktanya, kami menyelesaikan berbagai hal dari yang kecil,â tuturnya.
Selain sektor perizinan, pembangunan infrastruktur Jakarta juga diarahkan untuk semakin mengandalkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Pola kemitraan tersebut membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk ikut terlibat dalam pembangunan kota sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pramono menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha hanya dapat berjalan apabila dibangun berdasarkan kepercayaan. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang memiliki kepastian, serta kebijakan yang dapat membuka ruang bagi inovasi dan investasi.
âKami berkomitmen untuk terus memastikan Jakarta menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pelaku usaha untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan kota,â jelasnya.
Dalam acara JIA 2026, Pramono juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang dinilai ikut memperkuat ekosistem investasi di Jakarta. Menurutnya, forum seperti JIA dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan kota.
Pramono menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Jakarta tidak cukup hanya dilihat dari nilai modal yang ditanamkan. Investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
âJakarta harus benar-benar bersiap menjadi kota global yang hijau dan tangguh. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kepercayaan publik atau trust,â tegasnya.
Menjelang 500 tahun Jakarta, Pramono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan kolaborasi dalam membangun ibu kota menjadi kota yang aman, nyaman, terbuka, transparan, dan memiliki daya saing. Ia optimistis dukungan dunia usaha, akademisi, komunitas bisnis, serta masyarakat dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu tujuan investasi yang dipercaya dunia.
âSemoga dianugerahi JIA 2026 ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi, mengembangkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta memperkuat kontribusi dalam mendorong kemajuan Jakarta,â simpulnya.
- Pemprov DKI Jakarta
- Gubernur DKI Pramono Anung
- ekonomi jakarta
- Perizinan Usaha
- investasi nasional
- Investasi Jakarta
- Jakarta Investment Award
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Gibran Berdialog dengan Sejumlah Ibu yang Baru Melahirkan di Tenda Rawat Pascagempa di Sikka, NTT, Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
-
El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan
-
Batal Rilis 26 Agustus, Ini Rincian Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai yang Disempurnakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.