PMI Cianjur Pastikan Pendistribusian Air Bersih Masih Berjalan
Minggu, 13 Sep 2026, 15:46 WIBCIANJUR â Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memastikan pelayanan air bersih untuk warga terdampak kemarau masih berjalan, di mana setiap hari pendistribusian dilakukan terbatas 10 ribu liter.
Kepala Markas PMI Cianjur, Ajang Fajar Aciana, di Cianjur, Minggu (13/9), mengatakan pendistribusian dilakukan dua kali dalam sehari karena minim anggaran operasional ditambah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar.
Oleh karena hal itu, kata dia, permintaan dibatasi sejak dua hari terakhir, terutama ke wilayah yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan BBM cukup banyak. Namun, pelayanan terus dilakukan dengan cara diganti pada hari selanjutnya.
"Permintaan masih cukup tinggi, sementara biaya operasional untuk pendistribusian sudah menipis karena berbagai pelayanan kemanusiaan lainnya tetap berjalan, termasuk pendistribusian logistik untuk korban bencana alam," katanya.
Sepanjang musim kemarau, pihaknya telah mendistribusikan sekitar 500 ribu liter air ke 12 kecamatan terdampak, seperti Cianjur, Karantengah, Cikalongkulon, Mande, Haurwangi, Ciranjang, Sukaluyu, Cilaku, Cibeber, Campaka, Sukanagara, dan Cibinong.
Rata-rata per hari air bersih yang didistribusikan ke sejumlah kecamatan mencapai 30 ribu liter dengan jumlah total kepala keluarga penerima manfaat mencapai 6.800 kepala keluarga tersebar di 12 kecamatan.
Selama musim kemarau, pendistribusian paket bantuan untuk korban bencana kebakaran mulai dari utara hingga selatan wilayah itu, masih tetap tinggi di mana sepanjang Agustus-September sekitar 200 paket dan 500 kilogram beras telah disalurkan.
"Berbagai pelayanan kemanusiaan terus berjalan, meski operasional dan anggaran yang tersedia terus menipis, untuk pendistribusian air bersih kami sempat dibantu anggaran dari PMI Pusat melalui PMI Jabar," katanya.
Seiring musim kemarau yang masih terjadi, pihaknya meminta masyarakat bijak menggunakan air hanya untuk kebutuhan pokok sehari-hari serta tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan guna menghindari kebakaran lahan dan hutan.
"Kami juga meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan saat peralihan musim kemarau ke hujan yang dapat memicu terjadinya bencana alam banjir, longsor, dan pergeseran tanah," katanya.
Pasalnya, kata dia, sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tertinggi bencana di Jabar, terutama setelah kemarau ke hujan, sering terjadi longsor dan pergeseran tanah karena tanah yang kering ketika ditimpa hujan deras rawan bergeser
- Air Bersih
- pmi cianjur
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gelombang Panas Makin Horor, PM Inggris Gelar Rapat Darurat
-
Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo
-
Penetapan Tujuh Langkah dalam Menangani KLB Malaria di Bangka Tengah
-
Head to Head Singapura Vs Indonesia di Piala AFF: The Lions Lebih Unggul Ketimbang Garuda
-
Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.