Investasi dan Hilirisasi Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di Tengah Perlambatan Global
Minggu, 13 Sep 2026, 22:45 WIBJAKARTAÂ â Perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 5,2 persen pada 2026 meski ekonomi global masih menghadapi berbagai tekanan. Tingginya harga energi, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.
Prospek tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesiaâs Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Danamon. Forum tersebut membahas perkembangan ekonomi Indonesia sekaligus sosialisasi kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung pendalaman pasar keuangan, termasuk pengelolaan transaksi valuta asing di dalam negeri.
Secara global, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mengalami perlambatan dari sekitar 3,5 persen pada 2025 menjadi 3,0 persen pada akhir 2026. Kondisi tersebut berlangsung di tengah tekanan harga energi dan ketidakpastian akibat dinamika geopolitik. Namun, harga minyak yang sempat meningkat signifikan diperkirakan berangsur menurun seiring dengan penyesuaian pasokan global.
Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, mengatakan kondisi global tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sekaligus memperketat kondisi keuangan di sejumlah negara. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang relatif kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.
Faktor pendukung utama meliputi investasi, belanja pemerintah, aktivitas ekonomi domestik, serta kebijakan yang diarahkan untuk mendorong kegiatan ekonomi nasional.
âPerekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global,â ujar Irman melalui keterangannya pada hari Minggu (13/9).
âAktivitas investasi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara peluang dari hilirisasi industri, ekonomi digital, dan pengembangan data center berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka menengah hingga panjang,â tambahnya.
Salah satu faktor yang dinilai semakin penting adalah investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Arus investasi tersebut terus menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pembangunan pusat data (data center). Perkembangan ini  mencerminkan munculnya sejumlah sumber pertumbuhan baru di luar sektor-sektor ekonomi konvensional.
Hilirisasi memberikan peluang peningkatan nilai tambah komoditas di dalam negeri, sementara ekonomi digital dan pembangunan pusat data berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital.
Namun, prospek pertumbuhan tersebut tetap dibayangi sejumlah risiko. Indonesia perlu mewaspadai potensi peningkatan defisit transaksi berjalan seiring tingginya kebutuhan impor energi dan perlambatan ekonomi sejumlah mitra dagang utama.
Perubahan kondisi pasar keuangan global juga menjadi perhatian. Volatilitas pasar keuangan serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju dapat memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Perubahan ini pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Pendalaman Pasar Valuta Asing
Di tengah dinamika tersebut, stabilitas pasar keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Bank Indonesia terus memperkuat instrumen kebijakan untuk mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar valuta asing domestik.
Pasar valuta asing yang lebih dalam dan likuid dinilai semakin diperlukan ketika perekonomian menghadapi ketidakpastian global serta perubahan arus modal internasional. Pasar yang lebih berdaya tahan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Yansen Lokanata, mengatakan sejumlah kebijakan telah diterapkan untuk memperkuat pasar valuta asing domestik. Kebijakan tersebut antara lain mencakup pengembangan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT), penyempurnaan ketentuan transaksi pasar valuta asing, serta implementasi Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra atau VASTRA.
VASTRA dirancang untuk memperluas akses investor global terhadap instrumen lindung nilai rupiah di pasar domestik. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses investor terhadap instrumen keuangan Indonesia, tetapi juga memperkuat likuiditas dan transparansi pasar valuta asing.
Dengan semakin berkembangnya instrumen lindung nilai di pasar domestik, pelaku pasar memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola risiko yang muncul akibat perubahan nilai tukar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan ikut memperkuat stabilitas pasar keuangan nasional.
âPendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional,â ujar Yansen.
âBerbagai kebijakan yang terus disempurnakan Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika global,â lanjutnya.
Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai masih positif meski tekanan dari perekonomian global belum sepenuhnya mereda. Stabilitas makroekonomi, investasi yang tetap menjadi penopang pertumbuhan, serta perkembangan sektor-sektor baru seperti hilirisasi, ekonomi digital, dan pusat data menjadi modal penting bagi perekonomian nasional.
Pada saat yang sama, penguatan pasar keuangan domestik menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan ekonomi. Pasar valuta asing yang semakin dalam, likuid, dan efisien diharapkan mampu membantu Indonesia menghadapi perubahan arus modal dan dinamika kebijakan moneter global.
Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi domestik, investasi, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan pada akhirnya diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
- rupiah
- Pusat Data
- Foreign Direct Investment (FDI)
- Data Center
- Bank Indonesia
- investasi
- Pertumbuhan Ekonomi
- hilirisasi
- pasar keuangan
- ekonomi global
- Pasar Valuta Asing
- Indonesia Economic Outlook
- ekonomi Indonesia
- Ekonomi Digital
- VASTRA
- FDI
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Apindo: UU Ketenagakerjaan Jangan Jadi "Derailers", Harus Tarik Investasi Agar Ekonomi Tumbuh 8%
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
-
Patriotik Banget! Warga Bersatu Kibarkan Bendera Raksasa di Jembatan Sungai Citanduy
-
Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026
-
Pelatih Jurgen Klopp Terharu! Dapat Sambutan Hangat Saat Gabung Timnas Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.