Main Game Tanpa Ruang Gaming, Kenalan dengan Yxstaby dari Ikea
Minggu, 04 Okt 2026, 13:10 WIBTANGERANG â Bermain game di rumah tidak selalu membutuhkan ruangan khusus. Bagi sebagian keluarga, televisi, sofa, meja, dan berbagai perabot yang digunakan untuk bermain juga menjadi bagian dari ruang keluarga yang dipakai untuk menonton, bekerja, beristirahat, atau berkumpul.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Ikea Indonesia ketika memperkenalkan koleksi gaming terbaru Yxstaby di Ikea Alam Sutera, Tangerang, Kamis (1/10/2026). Koleksi ini dikembangkan melalui kolaborasi desainer Ikea dan Xbox dan hadir di Indonesia dengan enam perabot serta aksesori.
Berbeda dari pendekatan perabot gaming yang identik dengan meja komputer, kursi gaming, atau perangkat untuk membangun gaming setup, Yxstaby lebih banyak mengeksplorasi bagaimana aktivitas bermain game berlangsung di ruang rumah yang juga digunakan untuk kegiatan lain.
âKalau main game di rumah, apalagi di Indonesia, kita tidak selalu punya ruangan khusus, kan. Apalagi kalau bermain pakai konsol, kita biasanya akan bermain di kamar atau di ruang keluarga, di tempat yang sama yang juga dipakai untuk menonton, duduk, atau berkumpul,â ujar Business Leader Ikea Indonesia Angela Krisyanti pada kesempatan tersebut.
Menurut Angela, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan koleksi. Ikea dan Xbox melihat bagaimana orang bermain di rumah, termasuk posisi televisi, cara duduk, serta barang-barang yang ingin tetap berada dalam jangkauan.
Pendekatan itu juga berkaitan dengan konsep rumah sebagai ruang multifungsi. Perabot yang digunakan ketika bermain game diharapkan tetap dapat digunakan untuk aktivitas lain setelah permainan selesai.
Dari Gaming Setup ke Perabot Rumah
Yxstaby merupakan bagian dari eksplorasi Ikea di kategori gaming yang telah berlangsung beberapa tahun. Pada 2021, Ikea mulai masuk lebih jauh ke kategori tersebut melalui kolaborasi yang menghasilkan enam seri, yakni Uppspel, LÃ¥nspelare, Matchspel, Gruppspel, Utespelare, dan Huvudspelare.
Lebih dari 30 produk dikembangkan dalam rangkaian tersebut, mencakup meja, kursi gaming, hingga berbagai aksesori yang ditujukan untuk mendukung penggunaan komputer dan perangkat gaming.
Eksplorasi kemudian berlanjut melalui Brännboll. Koleksi tersebut memperluas pendekatan terhadap perabot gaming dengan menghadirkan produk seperti inflatable chair, armchair, trolley, dan perabot lain yang dirancang agar dapat digunakan ketika pengguna berpindah dari aktivitas bermain ke kegiatan lain.
Pada Yxstaby, fokusnya kembali diarahkan pada pengalaman bermain, tetapi dalam konteks ruang yang tidak secara khusus didedikasikan untuk gaming. Posisi televisi, kenyamanan duduk, penyimpanan barang, hingga kebutuhan untuk memindahkan perabot menjadi bagian dari aspek yang dipertimbangkan.
Kolaborasi dengan Xbox juga menjadi bagian dari proses pengembangan. Ikea membawa pengalaman dalam merancang perabot rumah, sementara Xbox memberikan perspektif yang berkaitan dengan aktivitas bermain game dan kebutuhan pemain.
Perabot yang Mengikuti Aktivitas Bermain
Salah satu produk dalam koleksi ini adalah Stand TV dengan roda. Perabot tersebut memungkinkan televisi digeser ketika posisi bermain berubah, misalnya ketika pengguna berpindah dari satu sisi sofa ke sisi lainnya.
Bagian belakang stand dilengkapi rak, pengait, dan sistem pengaturan kabel. Dengan demikian, sejumlah perlengkapan dapat tetap berada di tempatnya ketika televisi dan stand dipindahkan.
Kursi santai gaming dirancang dengan beberapa pilihan posisi duduk, mulai dari posisi yang lebih tegak hingga lebih bersandar. Kursi ini juga memiliki kantong penyimpanan untuk menempatkan controller sehingga perangkat tersebut tetap berada di dekat pengguna.
Sementara itu, meja samping dengan roda dirancang sebagai permukaan tambahan yang dapat dipindahkan mengikuti posisi pengguna. Perabot tersebut memiliki ruang penyimpanan sekaligus area untuk mengisi daya controller.
Selain perabot yang memiliki fungsi langsung ketika bermain, Yxstaby juga menghadirkan sejumlah produk yang mengambil inspirasi dari elemen pada controller game.
Bangku gaming thumbstick dan bantalan gaming d-pad, misalnya, mengambil bentuk dari thumbstick dan d-pad. Bentuk tersebut kemudian diterapkan menjadi bangku serta bantalan untuk lengan dan punggung.
Ada pula kotak pajangan controller gaming. Produk ini memungkinkan controller yang biasanya disimpan setelah digunakan untuk dipajang sebagai bagian dari interior. Kotak tersebut memiliki cermin di bagian dalam dan dudukan transparan yang dapat dilepas.
Dengan pendekatan tersebut, sejumlah elemen yang biasanya hanya terlihat ketika seseorang bermain game dapat tetap menjadi bagian dari ruangan ketika aktivitas gaming sudah selesai.
Menyatukan Gaming dengan Interior Rumah
Interior Design Leader Ikea Indonesia Muhammad Yusuf Attorik mengatakan, perabot gaming perlu mempertimbangkan kenyataan bahwa sebuah ruangan biasanya tidak hanya digunakan oleh satu orang atau untuk satu aktivitas.
âPada akhirnya, ruang di rumah yang digunakan untuk bermain game juga akan digunakan oleh anggota keluarga lain, atau untuk aktivitas lain setelah permainan selesai. Jadi, menurut saya, perabot gaming tidak harus selalu terlihat atau terasa sangat gaming,â kata Yusuf.
Menurut dia, perabot tetap perlu mendukung aktivitas bermain, tetapi pada saat yang sama tidak harus membuat seluruh ruangan berubah menjadi ruang gaming.
Pendekatan tersebut membuat beberapa elemen dapat memiliki karakter gaming yang lebih kuat, sementara elemen lainnya dibuat lebih netral sehingga dapat menyatu dengan perabot yang sudah ada.
Dengan demikian, koleksi seperti Yxstaby mencoba menempatkan gaming sebagai salah satu aktivitas dalam rumah, bukan sebagai fungsi tunggal sebuah ruangan.
Tiga Desainer di Balik Yxstaby
Yxstaby dikembangkan oleh tiga desainer Ikea yang sebelumnya juga terlibat dalam pengembangan sejumlah produk untuk kebutuhan rumah tangga.
David Wahl, misalnya, merupakan desainer di balik kursi makan Teodores, lampu gantung Ãdleblad, dan tirai Vecklarfly. Lukas Bazle sebelumnya mengerjakan sejumlah produk pencahayaan dan penyimpanan, termasuk lampu LED dengan sensor Kölvatten, lampu gantung Kuddlava, serta rak penyimpanan terbuka Krönikör.
Sementara itu, Darja Nordberg banyak mengerjakan produk tekstil, antara lain sarung duvet dan sarung bantal Slånhöstmal serta produk dalam seri Skogssallat.
Keterlibatan para desainer tersebut menunjukkan bahwa Yxstaby tidak hanya ditempatkan sebagai koleksi khusus untuk pemain game, tetapi juga sebagai bagian dari pendekatan desain Ikea terhadap berbagai aktivitas yang berlangsung di dalam rumah.
Mulai Tersedia Oktober 2026
Yxstaby mulai dapat dilihat di seluruh toko Ikea Indonesia. Anggota Ikea Family dapat membeli koleksi tersebut secara offline mulai 1 Oktober 2026.
Mulai 2 Oktober 2026, koleksi ini tersedia untuk pembelian secara online maupun offline bagi masyarakat umum. Harga produk dalam koleksi Yxstaby dimulai dari Rp149.000.
Ketersediaan dan stok dapat berbeda di setiap toko. Informasi mengenai produk dan pembelian tersedia melalui kanal resmi Ikea Indonesia.
- desain interior
- Gaya Hidup
- Xbox
- Ikea
- Perabot Rumah Tangga
- interior rumah
- Gaming
- Ruang Multifungsi
- Yxstaby
- Perabot Gaming
- Gaming di Rumah
- Konsol Game
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
WNI Ditahan Polisi Kamboja, Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online
-
Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel
-
Bikin Heboh! WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Kemlu Turun Tangan Lakukan Verifikasi
-
Kualifikasi Piala Asia U-20: Garuda Muda Harus Lebih Tajam Hadapi Laos
-
Atasi Torino 2-0, AS Roma Nangkring di Puncak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.