Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah

Minggu, 04 Okt 2026, 12:56 WIB

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar pasar murah, Minggu, sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan dan menekan laju inflasi daerah sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Kegiatan ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan bahan pangan,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri pasar murah yang digelar di area hari bebas kendaraan bermotor di halaman Kantor PMI Jalan A Yani Pontianak, Minggu (04/10).

Ket. Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat melayani masyarakat di pasar murah hari bebas kendaraan bermotor di halaman Kantor PMI Kota Pontianak, Minggu (4/10/2026). — Sumber: ANTARA

Edi mengatakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut yakni beras, telur, cabai, sayur-mayur, serta berbagai bahan pangan lainnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, BUMD, serta pelaku usaha ritel. Pasar murah dan operasi pasar tidak hanya diarahkan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membantu memperlancar distribusi komoditas di tengah masyarakat.

“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan harga di pasar-pasar,” jelasnya.

Edi menyebutkan kegiatan serupa telah berlangsung selama dua minggu dan menjangkau enam kecamatan di Kota Pontianak. Ke depan, pasar murah terus digelar di titik-titik tertentu sesuai kebutuhan.

Menurut dia, harga sembako dan sayur menjadi perhatian karena bersentuhan langsung dengan pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, pemerintah akan melakukan intervensi melalui pasar murah maupun operasi pasar.

Salah seorang warga Pontianak Kota, Asih (46) mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena bisa memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga yang ditemuinya di pasar.

“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” kata dia.

Hal senada disampaikan Dwi (39) warga Pontianak Tenggara. Ia yang tadinya hanya ingin berolahraga, langsung mampir ke area pasar murah. Ia membeli sayur-mayur dan cabai karena komoditas tersebut sering mengalami kenaikan harga.

“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya.

BPS Kalimantan Barat mencatat inflasi di Pontianak pada September 2026 mencapai 4,35 persen secara tahunan. Inflasi bulanan tercatat sebesar 0,79 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai rawit dan sayuran lokal seperti kangkung dan sawi hijau.

Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti fenomena El Niño yang menyebabkan kurangnya curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di Kalimantan Barat.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.