Trump Janjikan US$ 5.000 untuk Warga AS Jika Partai Republik Menang Pemilu

Kamis, 10 Sep 2026, 11:54 WIB

DALLAS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan pembayaran sebesar 5.000 dolar AS atau sekitar 80 juta rupiah kepada setiap warga dewasa AS jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu sela November 2026.

Dilansir AP News, Trump menyampaikan janji tersebut dalam konvensi Partai Republik di Dallas, Texas, Rabu (9/9) waktu setempat. Ia menyebut pembayaran itu sebagai “Trump Dividend” atau dividen Trump.

Ket. Foto: Untuk saat ini, janji tersebut masih berupa pernyataan politik Trump, sementara mekanisme pelaksanaan, sumber pendanaan, dan persetujuan Kongres masih harus diperjelas. — Sumber: Istimewa

Trump mengatakan pembayaran tersebut akan diberikan jika Partai Republik memenangkan kedua kamar Kongres dalam pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung 3 November 2026.

“Jika Partai Republik menang di DPR dan Senat, keduanya, karena kekuatan dan keberhasilan ekonomi kita yang luar biasa, saya akan memberikan dividen kepada setiap warga dewasa di Amerika Serikat sebesar 5.000 dolar AS.”

Trump hanya memberikan satu syarat, yakni uang tersebut harus dibelanjakan di Amerika Serikat.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pembayaran, sumber dana, maupun bagaimana rencana tersebut akan dijalankan. Reuters melaporkan, jika seluruh sekitar 270 juta warga dewasa AS menerima pembayaran tersebut, total biayanya dapat mencapai sekitar 1,35 triliun dolar AS.

Associated Press juga melaporkan bahwa rencana tersebut kemungkinan membutuhkan persetujuan Kongres dan belum jelas apakah secara politik maupun finansial dapat direalisasikan.

Trump mengaitkan janji pembayaran tersebut dengan apa yang ia sebut sebagai keberhasilan ekonomi Amerika di bawah pemerintahannya. Ia juga berusaha menjadikan pemilu sela sebagai referendum terhadap kepemimpinannya, meski namanya sendiri tidak tercantum dalam surat suara.

“Jika Republik menang, Anda menang bersama kami,” kata Trump saat menyampaikan janji tersebut.

Strategi Menggaet Pemilih

Janji pembayaran 5.000 dolar AS muncul ketika Partai Republik menghadapi persaingan ketat dalam pemilu sela. Partai tersebut berupaya mempertahankan mayoritas tipisnya di DPR dan mempertahankan kendali Senat.

Konvensi Partai Republik di Dallas menjadi panggung bagi Trump untuk mendorong para pemilih kembali mendukung kandidat-kandidat partainya. Trump bahkan meminta pemilih untuk bertindak seolah-olah dirinya ikut bertarung dalam pemilu.

“Saya meminta Anda untuk berpura-pura bahwa saya ada di surat suara.”

Janji “Trump Dividend” menjadi salah satu tawaran paling mencolok dalam pidato tersebut. Namun, kelayakan program itu langsung menjadi pertanyaan karena besarnya dana yang dibutuhkan.

Sekitar 270 juta orang dewasa di AS berarti pembayaran 5.000 dolar AS untuk setiap orang akan membutuhkan sekitar 1,35 triliun dolar AS. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan penerimaan tarif yang selama ini dikumpulkan pemerintah AS.

Wakil Presiden JD Vance kemudian memberikan gambaran yang sedikit berbeda. Ia menyiratkan bahwa warga berpenghasilan tinggi kemungkinan tidak akan menerima pembayaran tersebut dan menyebut pendapatan dari tarif sebagai salah satu sumber dana yang mungkin digunakan.

Meski demikian, belum ada rincian resmi mengenai siapa yang berhak menerima pembayaran, bagaimana menentukan batas pendapatan, maupun apakah pendapatan tarif cukup untuk membiayai program tersebut.

Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan pembayaran langsung kepada warga AS. Ia pernah membicarakan dividen sebesar sedikitnya 2.000 dolar AS yang dikaitkan dengan penerimaan tarif, sementara tahun lalu ia juga mengusulkan “DOGE dividend” dari penghematan pemerintah. Kedua gagasan tersebut belum menghasilkan pembayaran seperti yang dijanjikan.

Untuk janji terbaru ini, sejumlah pihak juga mempertanyakan aspek hukumnya. Namun, seorang pengacara yang dikutip AP mengatakan pembayaran tersebut tidak otomatis melanggar aturan kampanye karena rencananya diberikan kepada semua orang yang memenuhi syarat, bukan hanya mereka yang memilih Partai Republik.

Jika terealisasi, pembayaran 5.000 dolar AS itu akan menjadi salah satu bentuk bantuan tunai pemerintah terbesar yang pernah dijanjikan kepada warga AS dalam konteks politik modern.

Untuk saat ini, janji tersebut masih berupa komitmen politik Trump, sementara mekanisme pelaksanaan, sumber pendanaan, dan persetujuan Kongres masih harus diperjelas.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.