Hamilton Desak Ferrari Buat Aturan Balapan Setelah Bersitegang dengan Leclerc
Selasa, 08 Sep 2026, 00:20 WIBMONZA â Lewis Hamilton meminta Ferrari memiliki aturan tertulis mengenai batasan dalam persaingan antarpembalap setelah perseteruannya dengan rekan setim, Charles Leclerc, berujung insiden pada Formula 1 GP Italia, Minggu (6/9).
Keduanya memulai balapan dari baris kedua. Namun, pertarungan sengit pada lap pertama membuat Hamilton terdorong keluar lintasan dan masuk gravel. Juara dunia tujuh kali itu pun merosot dari posisi keempat ke posisi ke-10.
Situasi Ferrari semakin buruk ketika Leclerc mengalami kecelakaan berat pada akhir lap kedua dan harus mengakhiri balapan lebih awal.
Leclerc mengakui setelah balapan bahwa dirinya dan Hamilton mungkin terlalu agresif saat bertarung pada lap pembuka.
Hamilton akhirnya finis di posisi keenam. Hasil tersebut membuatnya kini tertinggal 76 poin dari pemuncak klasemen, Kimi Antonelli dari Mercedes, yang memenangi balapan di Monza.
Kemenangan Antonelli setidaknya memberikan sesuatu untuk dirayakan publik Italia pada hari ketika Ferrari justru gagal memenuhi harapan para tifosi di kandang sendiri.
"Kami hanya tidak mengeksekusi semuanya sebaik yang seharusnya. Kami tidak sebaik tim-tim lain. Padahal, pada beberapa momen musim ini kami mampu melakukannya," ujar Hamilton.
Menurut Hamilton, persoalan tersebut berkaitan dengan tidak adanya aturan yang mengatur pertarungan antara dua pembalap Ferrari.
"Saya pikir ini kembali kepada aturan dalam bertarung. Ketika saya di Mercedes, kami memiliki aturan tertulis mengenai cara kami bertarung. Dan kami tidak pernah benar-benar mengalami banyak masalah," kata Hamilton.
"Memang pernah ada beberapa momen, mungkin dengan saya dan Nico (Rosberg). Tetapi lebih sering semuanya berjalan dengan baik. Di sini tidak ada aturan. Dan saya pikir itu sesuatu yang mungkin perlu diubah."
Hamilton bergabung dengan Ferrari dari Mercedes pada musim lalu, ketika tim asal Italia tersebut gagal meraih satu pun kemenangan.
Namun, pada musim 2026, baik Hamilton maupun Leclerc sudah sama-sama meraih kemenangan. Ferrari juga berada di posisi kedua klasemen konstruktor, hanya berada di belakang Mercedes.
Hamilton datang ke Monza dengan menempati posisi ketiga klasemen pembalap, memiliki jumlah poin yang sama dengan George Russell yang berada di posisi kedua.
Namun, insiden dengan Leclerc dan hasil balapan yang mengecewakan membuat Hamilton merasa sangat kecewa, terlebih karena Ferrari mendapatkan dukungan luar biasa dari tifosi.
Formula 1 mencatat jumlah penonton sepanjang akhir pekan mencapai rekor 403.666 orang.
"Saya benar-benar sangat kecewa untuk para penggemar yang begitu setia. Saya pikir hari ini kami kehilangan begitu banyak poin dibandingkan mereka (Mercedes), dan keputusan seperti itu datang ketika sudah terlalu terlambat," ujar Hamilton.
Hamilton juga menolak penjelasan Leclerc yang mengatakan bahwa keduanya "sudah terlalu jauh" dalam pertarungan pada lap pertama.
"Saya berada di depan ketika memasuki Tikungan Dua. Saat mencapai apex, saya juga masih berada di depan. Jadi tidak ada 'kami' dalam hal ini," tegas Hamilton.
Sebelumnya, Hamilton sempat menyampaikan keluhan melalui radio tim dengan mengatakan bahwa Leclerc telah mendorongnya keluar lintasan.
Perseteruan tersebut turut mendapat perhatian Nico Rosberg, mantan juara dunia 2016 yang kini menjadi analis Sky Sports.
Rosberg menilai kesalahan berada di pihak Leclerc karena Hamilton sudah berada di depan ketika keduanya memasuki tikungan.
"Ini sangat jelas dan sederhana. Lewis berada di depan ketika memasuki tikungan, jadi Charles harus memberikan ruang," kata Rosberg.
"Dan dia tidak melakukannya. Jadi ini 100 persen kesalahan Charles. Selesai," tegasnya.
Insiden tersebut menambah tekanan terhadap Ferrari yang kini harus menemukan cara mengelola persaingan internal antara dua pembalap papan atasnya. Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, Hamilton menilai aturan yang jelas diperlukan agar pertarungan antarpembalap Ferrari tidak kembali merugikan tim pada balapan-balapan berikutnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kisah Ali Muhtar, Mantan Karyawan Supermarket yang Bangun PAUD dari Uang Pesangon.
-
Kolombia Diguncang Gempa Dahsyat, AS Kucurkan Bantuan 15,5 Juta Dollar
-
Kemensos Petakan Stimulus Ekonomi Antisipasi El Nino
-
Tekanan terhadap Infantino Meningkat, UEFA Pertahankan Ancaman Boikot meski CAF Beri Dukungan
-
Berkunjung ke Kepri, Selvi Gibran Menikmati Keindahan Pulau Penyengat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.