• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ingin Bunuh Diri, Hubungi ...

Ingin Bunuh Diri, Hubungi Healing119

Kamis, 10 Sep 2026, 14:36 WIB

JAKARTA - Apa itu Healing119? Healing 110 adalah Layanan Hotline Kesehatan Mental dan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan, Healing119 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk merespons kondisi krisis kesehatan jiwa di masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: healing119.id

Layanan tersebut menyediakan dukungan psikologis awal dan informasi bagi masyarakat yang sedang mengalami tekanan. Masyarakat dapat mengakses layanan Healing119 melalui telepon 119 ekstensi 8 maupun kanal online Healing119.

20260910142650_35970.jpg

Healing119 terima 500-600 kontak per hari

Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna Healing119 menjadi hal yang positif karena menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan layanan yang tersedia untuk mendapatkan bantuan. Namun, di sisi lain, kenaikan tersebut juga menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dukungan psikologis, khususnya dalam situasi krisis.

“Kalau di awal, awal-awal itu yang menghubungi sekitar 350-400 lah. Tapi sejak Februari tahun ini naik terus. Saat ini mungkin sudah 500-600-an per hari,” ujar Imran dalam temu media dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri yang diperingati setiap tanggal 10 September.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan, Healing119 telah menerima lebih dari 220 ribu kontak melalui telepon maupun WhatsApp selama lebih dari setahun beroperasi. Dari jumlah tersebut, terdapat ribuan kontak dari masyarakat yang menyampaikan bahwa mereka memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.

Imran mengatakan, Healing119 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk merespons kondisi krisis kesehatan jiwa di masyarakat. Layanan tersebut menyediakan dukungan psikologis awal dan informasi bagi masyarakat yang sedang mengalami tekanan. Masyarakat dapat mengakses layanan Healing119 melalui telepon 119 ekstensi 8 maupun kanal online Healing119.

Dia menyebutkan, peningkatan penggunaan layanan tersebut juga berlangsung di tengah masih adanya tantangan dalam pencatatan kasus bunuh diri di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Kemenkes, kasus bunuh diri yang dilaporkan kepada kepolisian meningkat dari 1.332 kasus pada 2023 menjadi 1.403 kasus pada 2024 dan kembali meningkat pada 2025.

Namun, katanya, angka tersebut dinilai belum menggambarkan keseluruhan kasus karena masih terdapat kasus yang tidak dilaporkan, termasuk percobaan bunuh diri.

Ada Masalah, Jangan Langsung Bunuh Diri

Imran menyebutkan bahwa bunuh diri merupakan masalah kesehatan yang serius, tetapi dapat dicegah. Karena itu, masyarakat didorong untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya dan tidak menghakimi mereka yang sedang mengalami tekanan.

Menurutnya, tidak perlu menjadi seorang profesional untuk mulai peduli dan menolong sesama.

“Tidak perlu menjadi seorang tenaga kesehatan yang profesional untuk mulai peduli,” ujar Imran.

Dia pun mendorong masyarakat untuk berani menanyakan kondisi, mendengarkan tanpa menghakimi, mendampingi, serta menghubungkan orang yang membutuhkan dengan layanan pertolongan yang tepat.

  • hari pencegahan bunuh diri sedunia
  • Bunuh Diri

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.