Bak Terbuka Jadi Sorotan, ESDM Wajibkan Pengiriman CNG 3 Kg Tertutup

Rabu, 30 Sep 2026, 18:30 WIB

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pengiriman CNG 3 kg, alternatif dari LPG 3 kg, harus menggunakan bak tertutup.

“CNG (Compressed Natural Gas) ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Jakarta, Rabu (30/9).

Ket. Foto: Ilustrasi - Produk CNG Gaslink. — Sumber: ANTARA/ HO-PT PGN Tbk

Laode menyampaikan bahwa anjuran tersebut merupakan salah satu hasil dari evaluasi uji coba penggunaan CNG 3 kg oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Ia menjelaskan bahwa saat ini, pengujian penggunaan tabung CNG 3 kg sudah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan. Selama masa uji coba berlangsung, Laode mengatakan telah mengumpulkan data dan melakukan pemeriksaan setiap hari untuk menjadi bahan evaluasi.

Setelah satu bulan, Laode menyampaikan pihaknya akan melakukan kajian seluruh aspek apa saja yang diperoleh selama masa uji coba.

“Jadi, itu nanti semua kami evaluasi setelah satu bulan, setelah minggu keempat,” kata Laode.

Adapun tahap selanjutnya setelah masa uji coba adalah penentuan skema distribusi. Skema distribusi tersebut meliputi penentuan siapa yang menjual, siapa yang memasok tabung CNG 3 kg, hingga lokasi pengisian gas CNG.

“Untuk produksi massal (CNG 3 kg), nanti setelah skemanya tadi kami tetapkan,” kata Laode.

Terkait kapan kebijakan tersebut akan diterapkan, Laode menyampaikan bahwa informasi tersebut akan diumumkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.

Ia mengatakan pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi, sehingga uji coba harus terus dilakukan.

Menurut Bahlil, CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah.

Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

  • CNG

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.