Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Hari Ini Ikut Terseret ke Zona Merah

Rabu, 09 Sep 2026, 18:05 WIB

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pasar saham domestik masih sensitif terhadap gejolak eksternal, terutama kenaikan harga minyak mentah global.

Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya energi dan tekanan inflasi, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Ket. Foto: Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Kondisi ini mencerminkan sikap pasar yang lebih berhati-hati sambil mencermati dampaknya terhadap ekonomi dan kinerja emiten dalam negeri.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9) sore, ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20, dipicu oleh naiknya harga minyak mentah di tingkat global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,33 poin atau 0,20 persen ke posisi 664,25.

"Bursa Asia di dominasi pelemahan seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di Teluk, sebagai aksi balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.

Harga minyak mentah global mengalami kenaikan dengan jenis Brent telah menyentuh level 100 dolar AS per barel, dan jenis WTI telah menyentuh level 95 dolar AS per barel.

Di sisi lain, para pelaku pasar juga bersiap menghadapi keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis (10/9) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli 2026 pada Kamis (10/9), setelah data penjualan ritel Juni mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Namun demikian, Nico mengatakan pelemahan IHSG terbatas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid pada kuartal III dan IV meskipun terjadi sejumlah bencana alam baru-baru ini.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat, yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,19 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 0,89 persen dan 0,73 persen.

Sedangkan enam sektor melemah, yaitu sektor kesehatan yang turun paling dalam sebesar 1,47 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen nonprimer dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 1,18 persen dan 0,97 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar, yaitu DPUM, SPAX, ESTI, KOKA, dan MSJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar, yakni MEDS, UDNG, LUCY, NATO dan PPRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.147.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,53 miliar lembar saham senilai Rp16,13 triliun. Sebanyak 325 saham naik, 337 saham menurun dan 301 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,19 persen ke 65.146,00, indeks Shanghai menguat 0,28 persen ke 3.951,51, indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke 25.274,96, indeks Kospi menguat 1,40 persen ke 7.051,64, dan indeks Straits Times melemah 0,66 persen ke 5.729,63.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.