Jangan Andalkan Tiket! Pengelola Ragunan Diminta Ketua Dewan DKI Cari 'Creative Financing' untuk Pendapatan

Rabu, 09 Sep 2026, 17:59 WIB

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan mencari sumber pembiayaan kreatif (creative financing) untuk pendapatan agar tidak hanya bergantung pada tarif tiket masuk.

“Harus berpikir kreatif juga. Berpikir kreatif artinya pemasukan itu tidak hanya dari tiket, tapi dari yang lain. Ada juga merchandise, dari kegiatan di dalam, misalnya yang orang rela untuk membayar. Photobooth saja juga bayar mahal kok,” kata Suhud saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/9).

Ket. Foto: Tangkapan layar Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin dalam Rapat Paripurna di Jakarta, Rabu (12/8). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Suhud mencontohkan saat ini banyak masyarakat yang datang ke Blok M untuk menikmati makanan kekinian hingga berfoto di gerai photobooth.

Hal-hal seperti itulah yang dapat menjadi daya tarik suatu tempat dan menjadi peluang sebagai sumber pendapatan.

Oleh karenanya, ia meminta agar pengelola tempat-tempat wisata di Jakarta dapat meningkatkan kreativitasnya.

Suhud menyampaikan hal tersebut berkenaan dengan rencana penyesuaian tarif tiket masuk Ragunan.

"Kalau kita debat naik atau enggaknya (tarif), kita lihat Ragunan-nya kasihan, mesti naik. Padahal masyarakat juga perlu hiburan. Makanya yang harus dilakukan adalah meningkatkan, pertama kualitas pengelolaannya, kemudian ada daya tarik yang orang mau beli dengan biaya mahal,” papar Suhud.

Diketahui, tiket Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan diusulkan naik. Tarif untuk pengunjung dewasa diusulkan menjadi Rp4.000 hingga Rp10.000, sedangkan tarif anak-anak Rp3.000 hingga Rp7.500.

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, membidik standar internasional melalui peningkatan kesejahteraan satwa serta pengelolaan pelayanan.

"Dengan dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan berkomitmen untuk terus berbenah dan melangkah menuju pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional," kata Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang.

Wahyudi menjelaskan standar tersebut menjadikan kesejahteraan satwa sebagai prioritas dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan.

Lebih lanjut, transformasi Taman Margasatwa Ragunan merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan kawasan konservasi yang tidak hanya menjadi destinasi rekreasi masyarakat, tetapi juga memiliki standar pengelolaan satwa, pelayanan pengunjung, edukasi, penelitian, dan konservasi yang semakin baik.

"Penyesuaian tarif juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan melalui optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," katanya.

Namun demikian, Taman Margasatwa Ragunan menegaskan aspek keterjangkauan bagi masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

Setiap kebijakan mengenai tarif akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kualitas pelayanan, keberlanjutan pengelolaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.