Gangguan Sistem Penerbangan Inggris Berlanjut, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Rabu, 09 Sep 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - Gangguan teknis pada sistem kendali lalu lintas udara Inggris masih menyebabkan kekacauan penerbangan pada Rabu, 9 September 2026. Ratusan penerbangan dibatalkan setelah gangguan yang terjadi sehari sebelumnya memengaruhi sejumlah bandara dan maskapai di Inggris.

Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 mencatat 177 penerbangan yang dijadwalkan pada Rabu telah dibatalkan. Jumlah tersebut menambah sekitar 1.300 penerbangan yang sebelumnya dibatalkan pada Selasa, baik penerbangan yang berangkat dari maupun menuju bandara-bandara Inggris.

Ket. Foto: Gangguan teknis pada sistem kendali lalu lintas udara Inggris masih menyebabkan kekacauan penerbangan pada Rabu, 9 September 2026. Ratusan penerbangan dibatalkan setelah gangguan yang terjadi sehari sebelumnya memengaruhi sejumlah bandara dan maskapai di Inggris. — Sumber: EuroNews

Sebagian besar penerbangan yang dibatalkan pada Rabu berada di Bandara Heathrow, London. Heathrow merupakan salah satu bandara tersibuk di Inggris dan menjadi titik utama yang terkena dampak gangguan sistem penerbangan tersebut.

Layanan Lalu Lintas Udara Nasional Inggris atau NATS mengatakan masih melakukan upaya pemulihan setelah gangguan yang disebabkan oleh masalah sistem. NATS menyebut proses pemulihan membutuhkan waktu karena gangguan tersebut berdampak pada jaringan penerbangan secara luas.

“Upaya terus dilakukan untuk membantu maskapai penerbangan dan bandara pulih dari gangguan hari ini,” kata NATS melalui unggahan di media sosial.

Organisasi tersebut juga menjelaskan bahwa proses pemulihan cukup kompleks sehingga jaringan penerbangan membutuhkan waktu untuk kembali sepenuhnya normal.

Bandara Heathrow sebelumnya sempat menghentikan sementara kedatangan penerbangan akibat masalah teknis. Pada Selasa malam, aktivitas keberangkatan telah kembali berjalan, tetapi pihak bandara memperingatkan penumpang bahwa gangguan masih mungkin terjadi.

Penumpang juga diminta menghubungi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara. Imbauan tersebut diberikan untuk memastikan penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan mereka di tengah kondisi jaringan penerbangan yang belum sepenuhnya pulih.

Gangguan tidak hanya terjadi di Heathrow. Bandara Gatwick di selatan London, Liverpool, Birmingham, dan Edinburgh juga melaporkan dampak dari gangguan sistem penerbangan tersebut, sementara Bandara Dublin di Irlandia turut membatalkan puluhan penerbangan.

British Airways menjadi salah satu maskapai yang terdampak cukup besar. Maskapai tersebut mengatakan harus membatalkan atau mengalihkan lebih dari 100 penerbangan sehingga berdampak terhadap puluhan ribu penumpangnya.

Ryanair juga melaporkan gangguan terhadap operasional penerbangannya. Maskapai asal Irlandia itu menyebut lebih dari 65.000 penumpangnya terdampak, sementara lebih dari 50 penerbangan terpaksa dibatalkan.

Dampak gangguan bahkan dirasakan oleh tim olahraga yang hendak melakukan perjalanan internasional. Arsenal yang dijadwalkan menghadapi Napoli dalam pertandingan Liga Champions di Italia harus membatalkan konferensi pers menjelang pertandingan setelah penerbangan rombongan tim mengalami keterlambatan.

Sejumlah penumpang menggambarkan situasi di bandara sebagai pengalaman yang sangat sulit. Petugas kesehatan Josie Donoghue mengatakan dirinya harus turun dari pesawat menuju Irlandia setelah tertahan selama sekitar tiga jam di landasan Bandara Gatwick.

“Situasinya benar-benar mengerikan di sana,” ujar Donoghue.

Ia juga menggambarkan proses keluar dari bandara seperti “mencoba keluar dari Alcatraz” kepada Press Association.

Gangguan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keandalan sistem penerbangan Inggris. Sebelumnya, gangguan teknis pada Juli tahun lalu juga menyebabkan puluhan penerbangan menuju dan dari Inggris dibatalkan serta mendapat kritik dari sejumlah petinggi maskapai.

Inggris juga pernah mengalami gangguan sistem penerbangan besar pada 2023. Saat itu, lebih dari 700.000 penumpang terdampak setelah ratusan penerbangan mengalami keterlambatan maupun pembatalan.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengatakan pemerintah meminta adanya evaluasi terhadap gangguan tersebut. Ia menyatakan ingin mendapatkan jaminan bahwa pelajaran dari kejadian ini akan diambil dan sistem yang menopang penerbangan Inggris mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Sementara itu, COO Ryanair Neal McMahon kembali meminta pemerintah Inggris mengambil tindakan terhadap pimpinan NATS. Ia bahkan menyerukan agar CEO NATS Martin Rolfe dicopot dengan alasan organisasi tersebut kembali mengecewakan para pelancong Inggris.

NATS sebelumnya menyatakan gangguan telah berhasil ditangani dan pihaknya terus berupaya menyelesaikan penundaan penerbangan yang masih terjadi.

“Kami tahu ini sangat mengecewakan dan kami meminta maaf tanpa syarat,” kata NATS.

Meski sistem telah melalui tahap pemulihan, dampak gangguan masih terasa di sejumlah bandara dan maskapai. Penumpang di Inggris karena itu masih diminta memeriksa status penerbangan secara berkala dan menghubungi maskapai sebelum melakukan perjalanan ke bandara.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.