Liga Champions 2026/27 Dimulai, PSG Bidik Sejarah Hat-Trick Gelar

Senin, 07 Sep 2026, 09:40 WIB

Paris - Musim baru Liga Champions UEFA akan dimulai pekan ini dengan memasuki fase liga. Paris Saint-Germain (PSG) membidik sejarah dengan menjadi salah satu dari sedikit klub yang mampu menjuarai kompetisi tersebut selama tiga musim berturut-turut.

PSG berhasil mempertahankan gelar musim lalu setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di Budapest. Hasil itu membuat PSG mempertahankan trofi yang pertama kali mereka raih dalam sejarah klub, 12 bulan sebelumnya.

Ket. Foto: Kapten Paris Saint-Germain (PSG) Marquinhos mengangkat trofi Liga Champions setelah klub Prancis tersebut mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada final musim lalu. — Sumber: AFP

Tim asuhan Luis Enrique telah menempatkan diri sebagai salah satu klub terbaik dalam sejarah kompetisi setelah meraih gelar secara beruntun. Sebelumnya, sejak era Liga Champions modern dimulai pada 1992, hanya Real Madrid yang mampu melakukan hal serupa.

Meraih tiga gelar berturut-turut tentu menjadi pencapaian yang jauh lebih sulit. Real Madrid melakukannya di bawah asuhan Zinedine Zidane pada 2016 hingga 2018. Dua klub lain yang pernah mencatat prestasi tersebut adalah Ajax pada 1971-1973 dan Bayern Munich pada 1974-1976. Real Madrid juga memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa secara beruntun pada 1956 hingga 1960.

"Target kami jelas. Saya ingin memenangkan trofi-trofi penting dan tidak ada yang lebih penting daripada Liga Champions," kata Luis Enrique, yang sebelumnya membawa Barcelona meraih gelar pada 2015.

Kesuksesan PSG meraih dua gelar beruntun bertepatan dengan penerapan format baru Liga Champions. Sebanyak 36 tim kini tampil di fase liga dan masing-masing memainkan delapan pertandingan menghadapi delapan lawan berbeda.

PSG mengalami kesulitan pada fase liga dalam dua musim terakhir. Mereka finis di luar delapan besar sehingga harus melewati babak play-off tambahan untuk mencapai 16 besar.

Undian yang sulit turut menjadi faktor. Musim ini PSG kembali menghadapi lawan-lawan kuat, termasuk Manchester City, Barcelona, dan Aston Villa.

Arsenal Membidik Langkah Berikutnya

Kekuatan finansial Liga Inggris membuat seluruh wakilnya diperkirakan menjadi pesaing utama, terutama Arsenal.

Dalam tiga musim terakhir, Arsenal tersingkir di perempat final, semifinal, dan kemudian final. Karena itu, langkah logis berikutnya bagi tim asuhan Mikel Arteta adalah menjadi juara.

Arsenal tampil sempurna untuk memuncaki fase liga musim lalu. Namun, mereka menghadapi tantangan berat pada laga pembuka musim ini dengan bertandang ke markas Napoli.

Ada lima klub Inggris yang berpartisipasi, yakni Manchester City dan Liverpool, ditambah Manchester United serta Aston Villa yang kembali tampil di kompetisi tersebut.

Bayern Munich juga menjadi salah satu tim kuat, sementara Jose Mourinho kembali menangani Real Madrid dengan tugas membawa klub tersebut kembali berjaya di Eropa. Barcelona juga berambisi kembali mengangkat trofi.

Sulit melihat juara di luar kelompok klub-klub tersebut, meski Inter Milan berpotensi memberikan kejutan dan Atletico Madrid tentu berambisi mencapai final yang akan digelar di stadion mereka sendiri.

Debutan Baru

Dalam 30 tahun terakhir, satu-satunya klub di luar Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, dan Prancis yang mampu menjuarai Liga Champions adalah Porto asuhan Mourinho pada 2004.

Sejumlah klub baru akan memberikan warna berbeda pada kompetisi musim ini. Salah satunya Como, yang finis di posisi keempat Serie A musim lalu di bawah Cesc Fabregas dan lolos ke Liga Champions dengan mengungguli AC Milan serta Juventus.

Viking Stavanger juga untuk pertama kalinya tampil di fase utama Liga Champions setelah meraih gelar Liga Norwegia pertama mereka dalam 34 tahun.

Sabah mengawali perjalanan dengan bertandang ke Old Trafford setelah memenangkan gelar Liga Azerbaijan untuk pertama kalinya dan melewati empat babak kualifikasi.

Pelatih Sabah, Valdas Dambrauskas, mulai menekuni dunia kepelatihan berkat uang yang diperolehnya ketika mengikuti acara kuis "Who Wants to Be a Millionaire" versi Lithuania.

"Sejak berusia 12 tahun, ketika menyadari tidak akan menjadi pemain profesional, saya sudah tahu ingin menjadi pelatih sepak bola," ujarnya.

" Saya tidak bisa menebak apa yang akan terjadi tanpa permainan ini, tetapi saya yakin akan menemukan cara untuk mewujudkan impian saya."

Sabah mungkin tidak lolos ke fase berikutnya, meski klub senegaranya Qarabag berhasil melakukannya musim lalu. Namun, tampil di fase liga saja bernilai hampir 20 juta euro (sekitar 23,2 juta dolar AS) bagi klub-klub dari liga yang lebih kecil.

Juara Liga Champions musim ini diperkirakan memperoleh sekitar 90 juta euro dari hadiah uang. Jumlah tersebut belum termasuk pendapatan tambahan, terutama dari hak siar televisi. PSG diperkirakan meraih sekitar 150 juta euro untuk masing-masing dari dua gelar terakhir mereka.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.