Impor Melonjak 27 Persen, Ekspor Hanya Tumbuh 6 Persen: Ekonomi Indonesia Aman?
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKondisi tersebut menjadi perhatian karena Indonesia masih memiliki kebutuhan minyak dalam negeri yang besar sehingga kenaikan harga minyak dunia dapat memperlebar defisit perdagangan sektor migas.
Budi berharap harga minyak dunia dapat lebih terkendali sehingga tekanan terhadap neraca perdagangan dapat dikurangi.
Di sisi lain, ia menegaskan surplus sektor nonmigas masih terus berjalan dan menjadi penopang utama neraca perdagangan Indonesia.
“Memang surplus nonmigas kita terus berjalan. Kita kan karena defisit migasnya saja, tapi surplus nonmigas tetap jalan,” katanya.
Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan pergerakan harga minyak untuk menjaga neraca perdagangan tetap surplus. Pemerintah juga akan terus mendorong peningkatan ekspor guna memperlebar surplus dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Budi menegaskan target pemerintah bukan sekadar mempertahankan surplus perdagangan hingga akhir 2026, melainkan memastikan kondisi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Target kita begitu, kita maunya nggak sampai akhir tahun, sampai seterusnya,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!